Temui Masalah Kedaruratan di Sleman, Hubungi 112!

Bupati Sleman, Sri Purnomo saat memberi keterangan kepada wartawan usai penutupan operasi SAR di Posko Induk Dukuh, Turi, Sleman, Minggu (23/2/2020). - Suara/Muhammad Ilham Baktora
27 Februari 2020 08:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman meluncurkan layanan panggilan darurat 112 di Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (26/2/2020). Fasilitas ini untuk meningkatkan layanan kedaruratan bagi masyarakat dengan cepat dan responsif.

Bupati Sleman Sri Purnomo dalam peluncuran layanan darurat 112 menyampaikan peluncuran ini merupakan salah satu upaya untuk mempercepat respon atas kegawatdaruratan sekaligus memperpendek alur pelayanan bagi masyarakat.

"Dalam memenuhi kebutuhan kegawatdaruratan, Pemkab merangkum sejumlah layanan kegawatdaruratan di antaranya penanggulangan bencana, Sleman Emergency Services, Unit Reaksi Cepat dan Layanan Polres," jelas Sri saat meluncurkan Layanan Kedaruratan 112.

Peluncuran ditandai dengan pemukulan kentongan bambu oleh Bupati Sleman bersama dengan Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Kepala Diskominfo Sleman dan Kepala Pelaksana BPBD Sleman.

Menurut Sri, dengan layanan panggilan darurat tersebut dapat diakses lebih mudah oleh masyarakat. Layanan ini dinilai lebih praktis dan sederhana karena pada dasarnya masyarakat membutuhkan layanan yang mudah dan memberikan solusi. Seperti kejadian bencana alam, kebakaran, dan kesehatan.

Jika terjadi suatu kejadian kedaruratan, katanya, masyarakat tinggal menghubungi atau menelepon 112, gratis, tanpa pulsa. Diharapkan laporan dari masyarakat tersebut bisa segera mendapat respons dengan lebih cepat, efektif, dan efisien. "Jadi meskipun tidak punya pulsa sekalipun, warga bisa langsung telepon ke 112. Kemudahan layanan ini saya harap dapat dioptimalkan pemanfaatannya dengan bertanggungjawab," katanya.

Sekadar diketahui, pada saat ini dilakukan tahap uji coba operasional Layanan Panggilan Darurat 112 berpusat di Pusdalops BPBD di Gedung Posko Induk BPBD di Kecamatan Pakem. Kedepan Operasional Layanan Panggilan darurat 112 Sleman, akan dilaksanakan di Command Centre Gedung Mall Pelayanan Publik pada tahun 2021 mendatang.

Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Ahmad M Ramli mengapresiasi atas peluncuran layanan panggilan darurat 112 di wilayah Sleman. Secara nasional, katanya, terdapat 42 Kabupaten/Kota di Indonesia yang saat ini telah mengaktifkan layanan panggilan darurat.

Kebutuhan layanan digital ini, katanya, tidak lagi menjadi tren tetapi telah menjadi mainstream dalam kegiatan masyarakat. Diharapkan, dengan kegiatan ini pelayanan publik di Sleman tambah lebih baik khususnya dalam penanggulangan keadaan darurat. "Layanan yang disediakan ini dapat mempermudah masyarakat yang membutuhkan pelayanan darurat," katanya.

Selain meluncurkan layanan panggilan darurat 112, Pemkab juga melakukan penandatangan Nota Kesepahaman (MOU) dengan enam pimpinan perusahaan Start Up Unicorn yang terdiri dari Tokopedia, Bukalapak, Gojek, Grab, Payfazz dan OVO) dan salah Perguruan Tinggi STMM Yogyakarta.

Kerjasama tersebut merupakan salah satu upaya Pemkab dalam menghadapi era industry 4.0 terkait pemanfaatan ekonomi digital dalam percepatan pembangunan di Sleman yang meliputi berbagai sektor. "Kerjasama ini menjadi upaya strategis mewujudkan visi terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih Sejahtera, Mandiri, Berbudaya dan Terintegrasikannya sistem e-government menuju smart regency pada tahun 2021," kata Sri.