Baru 2 Bulan, 7 Nyawa Warga Gunungkidul Melayang karena Bunuh Diri

Ilustrasi Bunuh Diri
27 Februari 2020 22:57 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dalam dua bulan terakhir atau sepanjang tahun ini sebanyak tujuh nyawa di Gunungkidul melayang sia-sia karena bunuh diri. Tak hanya masalah ekonomi, hidup sendiri dan kesepian juga menjadi pemicu bunuh diri.

Data tersebut dihimpun oleh Polres Gunungkidul dalam rentang 1 Januari hingga 25 Februari 2020. Kasus bunuh diri terjadi pada warga berusia 28-84 tahun.

Kasubbag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Enny Nur Widiastuti, mengatakan penyebab utama bunuh diri beragam. Mulai dari dipicu oleh penyakit yang tak kunjung sembuh, kesepian karena hidup sendiri hingga permasalahan ekonomi dalam rumah tangga.

Pihaknya kata dia terus berupaya menggali lebih jauh ke masyarakat untuk mengetahui warga mana yang berpotensi akan melakukan aksi bunuh diri. "Untuk melakukan pencegahan ini kami melalui Bhabinkamtibmas dan Pemkab Gunungkidul terus melakukan pendataan," kata Enny Nur Widiastuti, Kamis (27/2/2020).

Tahun ini Pemkab Gunungkidul menganggarkan biaya penanggulangan dan pencegahan bunuh diri senilai Rp200 juta dari APBD. Sebelumnya DPRD Gunungkidul mengusulkan anggaran hingga Rp1,8 miliar, namun yang disetujui Pemda DIY hanya Rp200 juta.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan penganggaran tersebut merupakan hasil inisiatif dari berbagai stakeholder, dengan mempertimbangkan kondisi Gunungkidul yang memiliki angka bunuh diri tinggi. "Anggaran ini upaya untuk mengurangi angka bunuh diri. Gunungkidul tertinggi se-DIY [kejadian bunuh diri]," ujarnya.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk sosialisasi secara masif terkait dengan pencegahan kejadian bunuh diri bersama lintas sektor hingga ahli-ahli di bidang psikologi.

"Dengan sosialisasi bisa tahu ciri-ciri orang yang depresi ingin bunuh diri terus dicegah," paparnya.

Angka bunuh diri, kata dia, kerap terjadi di wilayah Playen, Tanjungsari, dan Gedangsari. Namun wilayah tersebut tidak bisa menjadi patokan daerah itu saja. Menurut dia, faktor penyebab tingginya angka bunuh diri di Gunungkidul karena depresi. Penyebab terjadinya depresi itulah yang saat ini terus dikaji dan dicegah.

Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti mengungkapkan program pencegahan bunuh diri dilakukan oleh Pemkab dengan melibatkan pihak-pihak terkait

"Pekerjaan rumah pemerintah sangat banyak salah satunya pencegahan bunuh diri,” ujarnya.