Hiu Paus Kembali Terlihat di Kulonprogo, Ini Penyebabnya

Personel SAR Linmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulonprogo memantau di Pantai Glagah, Kapanewon Temon, Kamis (27/2/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
27 Februari 2020 20:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Hiu paus kembali terlihat di perairan Kulonprogo. Wakil Koordinator SAR Linmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulonprogo, Samsudin, mengatakan timnya mendapat laporan kemunculan hewan yang dilindungi itu di perbatasan antara Pantai Glagah dan Pantai Congot, Kapanewon Temon, Kamis (27/2/2020).

Kemunculan hewan bernama latin Rhincodon typus itu diketahui warga sekitar yang tengah memancing. “Hiu paus kembali muncul,” ujarnya saat ditemui Harian Jogja di Posko SRI Wilayah V Kulonprogo, Kapanewon Temon, kemarin.

Kemunculan itu berlangsung singkat. Hiu paus beberapa menit terlihat di permukaan, tak lama kemudian kembali ke tengah laut. Samsudin menduga hiu paus yang oleh warga disebut ikan naga lintang itu sama dengan yang terdampar di kawasan Pantai Glagah, Temon pada Minggu (23/2) dan pesisir pantai di Dusun Garongan 1, Kalurahan Garongan, Kapanewon Panjatan pada Rabu (26/2).

“Kemungkinan sama, terlihat dari panjangnya sekitar tiga sampai empat meter,” papar Samsudin. Kemunculan hiu paus secara beruntun dalam beberapa hari terakhir ini menimbulkan sejumlah dugaan. Ada kemungkinan kemunculan itu berkaitan dengan peredaran sampah rumah tangga di lautan, berkaca dari kasus-kasus sebelumnya. Saat musim hujan seperti ini, volume sampah yang keluar dari muara menuju laut jauh lebih banyak.

 Tidak Lazim

Kemungkinan lain karena faktor alam. Derasnya ombak pantai selatan Jawa bisa menyeret spesies tersebut hingga ke pinggir pantai. “Bisa juga karena sekarang lagi musim ikan, kayak kemarin pas di Glagah, hiunya itu sampai menabrak pemecah ombak karena diduga sedang mencari makan ikan-ikan kecil,” ujarnya.

Warga Glagah, Kusmiran, 62, mengatakan kemunculan hiu paus sudah semacam siklus tahunan. Namun, untuk yang terjadi beberapa hari terakhir ini tergolong tidak lazim soalnya muncul terus dalam hitungan hari.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam DIY Untung Suripto sebelumnya mengimbau kepada masyarakat jika menemukan hiu paus terdampar bisa ikut membantu menghalau dan mengembalikan ke lautan lepas.

Hewan tersebut termasuk satwa yang dilindungi sebab populasi hius paus mulai berkurang lantaran gencarnya penangkapan. Terkait dengan kemungkinan penyebab hius paus tersebut terdampar, Untung menjelaskan karena ada faktor gelombang besar, gangguan kapal atau mulai minimnya persediaan makanan hiu di laut lepas.