Uji Emisi Gratis di Balaikota Jogja, Catat Jadwal dan Lokasinya
Uji emisi gratis digelar Pemkot Jogja pada 22 dan 24 September 2026 di Plaza Balaikota. Catat jadwal dan lokasinya.
Tiga tersangka saat jumpa pers ungkap kasus tragedi susur sungai SMPN 1 Turi di Polres Sleman, Selasa (25/2/2020). /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Front Masyarakat Madani (FMM) Yogyakarta memberikan komentarnya terkait kasus penggundulan tiga guru yang telah ditetapkan tersangka dalam kasus susur sungai yang menewaskan 10 siswa SMPN 1 Turi, Sleman. Semua pihak disarankan sebaiknya fokus pada kasus hukum ketiga tersangka dan melakukan pembenahan sistem kegiatan ekstrakurikuler lapangan agar kasus serupa tidak terjadi.
Ketua FMM Yogyakarta Waljito mengatakan masyarakat akhir-akhir disibukkan dengan debat pro kontra terkait penggundulan tiga tersangka kasus Turi. Menurutnya hal itu harus diakhiri agar tidak menjadi polemik baru yang justru menghilangkan esensi dari penanganan kasus tersebut, yaitu penegakan hukum dan pembenahan sistem kegiatan lapangan setiap sekolah.
“Saya juga tidak tahu persis prosedur penahanan itu seperti apa. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah saat ini masih dalam suasana duka, semua pihak perlu untuk saling meredam,” ungkap Waljito dalam keterangan persnya di Yogyakarta, Kamis (27/2/2020).
Ia sepakat penegakan hukum harus berjalan, semua pihak harus menghormati proses hukum. Karena peristiwa Turi adalah kejadian luar biasa akibat kelalaian manusia dan itu harus ada yang bertanggungjawab.
“Karena ini mengorbankan 10 nyawa dan trauma yang luar biasa bagi korban selamat, dalam kebencanaan satu korban saja sudah bencana luar biasa karena targetnya zero accident. Kami siap mengawal proses hukum itu,” ujarnya.
Waljito mendesak pemerintah agar segera menerbitkan standar operasional prosedur (SOP) kegiatan outdoor setiap sekolah dengan mempertimbangkan faktor resiko bencana. Sehingga setiap kegiatan yang dilakukan di luar sekolah harus memastikan bahwa prosesnya berjalan dengan aman bagi semua pihak yang terlibat.
“Sekarang yang harus dibenahi kembali adalah SOP, unsur potensi bencana harus diperhatikan. Dasarnya ditingkatkan kompetensi pembina tentang lingkungan, pengurangan resiko bencana dan cara memberikan pertolongan pertama yang tepat. Selama ini mungkin belum dilengkapi kemampuan penanganan bencana, saya kira semua guru perlu,” katanya.
Jika lokasinya di kawasan wisata yang cenderung ekstrim, kata dia, setiap kegiatan perlu ada rekomendasi untuk pengurangan resiko bencana. Sehingga penyelenggara dan peserta mendapatkan informasi titik mana saja yang berbahaya serta titik yang aman. Rekomendasi itu perlu diberikan institusi yang berwenang, sehingga perlu kolaborasi lintas sektor.
“Perlu ada institusi yang berwenang memberikan rekomendasi dalam hal ini BPBD dan pendampingan FPRB [forum pengurangan resiko bencana] yang sudah dibentuk, setiap desa ada FPRB. Kalau ada kegiatan ada rekomendasi mana saja titik yang berbahaya, maja yang boleh. Sempor ini karakter lereng Merapi, besar, sampai Bedog. Kenapa dilepas saja dalam cuaca ekstrim seperti ini. Sistem seperti ini juga harus dibenahi,” ucapnya. (Sunartono)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Uji emisi gratis digelar Pemkot Jogja pada 22 dan 24 September 2026 di Plaza Balaikota. Catat jadwal dan lokasinya.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, tanggal, jam pelayanan pagi dan malam, serta syarat perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini 25 September 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal SIMMADE, SIMENOR, Satpas dan syarat perpanjangan.
Bedah buku Di Balik Layar Judi Online di Kulonprogo membahas bahaya judi online dan pentingnya literasi masyarakat untuk mencegah jeratan judol.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di Satpas, SIMMADE, SIMPITU hingga layanan malam. Cek lokasi dan syaratnya.
Jadwal SIM Sleman Jumat 25 September 2026 tersedia di MPP Sleman. Cek lokasi, jam layanan, jenis SIM, dan syarat perpanjangan.