Kemenag Gunungkidul Belum Terima Laporan Jemaah Gagal Umrah

Ilustrasi ibadah haji dan umrah. - JIBI
29 Februari 2020 02:27 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gunungkidul hingga saat ini belum menerima laporan terkait jemaah yang gagal melaksanakan umrah baik secara pribadi maupun melalui biro perjalanan umrah, menyusul adanya penangguhan sementara akses masuk warga negara asing ke Arab Saudi.

"Yang datang melapor ke kami itu belum ada [karena gagal berangkat], tapi ada satu jemaah yang terkonfirmasi merelakan jadwalnya dipindahkan ke tanggal 14 Maret," kata petugas data Seksi PHU Kemenag Gunungkidul, Irwan Tryanto pada Jumat (28/2/2020).

Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Gunungkidul mencatat sejak 1 Januari hingga 28 Februari 2020, sedikitnya 567 jemaah yang mendaftarkan diri mengajukan pembuatan paspor untuk melaksanakan umrah. Sehingga, tidak ada jadwal kepastian keberangkatan yang dimiliki oleh Kemenag Gunungkidul.

"Jadi data yang ada di kami ini jemaah yang mendaftarkan diri untuk pembuatan paspor, mereka yang sudah daftar tidak ke sini lagi," ujarnya.

Irwan mengungkapkan Kemenag Gunungkidul masih menunggu instruksi dan kebijakan dari pusat terkait langkah apa yang harus diambil dalam menyikapi kasus ini. Sehingga, pihaknya masih terus melaksanakan kegiatan seperti sedia kala, salah satunya menerima pengajuan persyaratan untuk ibadah Haji dan Umroh.

"Ini [penundaan] mungkin hanya untuk sementara karena ingin dibersihkan dicek betul-betul. Dan mungkin sistem masuk ke Arab Saudi nantinya akan digunakan sistem lain," ujarnya.

Ia berharap agar kasus penundaan ini tidak ikut terdampak sampai musim pemberangkatan haji tahun 2020. Kuota DIY sendiri untuk ibadah Haji tidak kurang dari 3.131, dan Gunungkidul berada diurutan keempat sebelum Kulonprogo. "Sepertinya ini hanya sementara, jadi mungkin tidak berdampak dengan jemaah Haji," ujarnya.

Sementara itu, seorang jemaah Haji asal Dusun Tambakrejo, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Parmi Ningsih, 45, mengaku tak khawatir dengan adanya penundaan sementara itu. Ia meyakini bahwa keberangkatannya ke tanah suci sesuai dengan izin sang pencipta.

"Kalau saya enggak berfikiran sampai kesana, arahnya seperti apa, yang penting bagi saya sudah terdaftar dulu," paparnya.