Karhutla Bromo Capai 550 Hektare, Diduga karena Human Error
Karhutla Bromo mencapai sekitar 550 hektare. Menkopolkam Djamari Chaniago menduga kebakaran dipicu kelalaian manusia atau human error.
Salah satu baut pagar pembatas Jembatan Gantung Ngampon di Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul, nyaris lepas, Senin (2/3/2020)./Harian Jogja-Hery Setiawan
Harianjogja.com, BANTUL—Baru dua bulan rampung dikerjakan, Jembatan Gantung Ngampon yang menghubungkan Dusun Banyakan dan Dusun Ngampon di Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul kondisinya mulai rusak. Jembatan itu merupakan proyek nasional yang mulai dikerjakan pada 29 Agustus 2019 lalu.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, Senin (2/3/2020), pagar jembatan sudah ada yang patah dan bengkok. Selain itu, baut-baut juga sudah ada yang terlepas.
Salah satu warga setempat, Kamto, mengatakan sejak dioperasikan, jembatan sepanjang 60 meter, dan lebar 1,7 meter itu memang menjadi destinasi wisata baru. Sejak sore hingga malam hari, jembatan yang dibangun dengan nilai Rp2,6 miliar tersebut selalu didatangi pengunjung. Pengunjung yang didominasi anak muda datang untuk berswafoto. Ada pula yang sekadar duduk di badan jembatan. “Selain jadi tempat wisata, jembatan ini adalah jalur lalu lintas warga sekitar,” kata pria yang pemilik angkringan di sekitar jembatan saat ditemui Harianjogja.com, Senin.
Sayangnya, lonjakan pengunjung tersebut tidak diimbangi oleh kualitas jembatan. Sebab, semakin banyak pengunjung, beban jembatan akan semakin berat.
Dia mengakui pagar yang patah merupakan ulah orang iseng. Dia memastikan pelakunya bukan warga desa sekitar jembatan.
Pasalnya, Kamto bersama para pemuda sekitar kerap berjaga-jaga sejak sore hingga malam hari. “Saya di sini sampai pukul 24.00 WIB, kadang sampai pukul 02.00 WIB. Kalau ada pagar yang patah kemungkinan setelah itu [pukul 02.00 WIB],” ujar dia.
Itulah sebabnya, sebelum nantinya mencelakakan pengunjung ataupun warga yang tengah melintas, dia berharap pemerintah segera memperbaiki kondisi jembatan tersebut. “Untuk sementara upaya pengamanan sudah kami lakukan,” kata Kamto.
Kepala Seksi Operasi SAR DIY wilayah Bantul Bondan Supriyanto menyimpulkan jembatan gantung itu belum sepenuhnya aman. Dia menyarankan ada pemasangan pengaman di sisi jembatan, penerangan, serta penggantian pagar dengan bahan yang lebih kuat.
Selain itu pagar jembatan juga harus ditambah pengaman yang terletak di sisi kanan dan kiri. Belum lagi kualitas terali besi yang digunakan sebagai alas melintas juga masih kurang. Saat hujan turun, alas tersebut menjadi cukup licin. “Jembatan tidak ada pengaman dan licin saat hujan. Khawatir jika ada orang naik sepeda motor atau anak-anak lewat. Kalau jatuh bisa langsung terjun ke sungai,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Karhutla Bromo mencapai sekitar 550 hektare. Menkopolkam Djamari Chaniago menduga kebakaran dipicu kelalaian manusia atau human error.
RSUD Wonosari menggelar Forum Komunikasi Publik bertajuk Nyawiji Roso Nhupadi Waras Bareng, Selasa (18/8/2026), dengan tujuan untuk perbaikan kualitas pelayanan
Brigade Komando Sakera mengerahkan lebih dari 2.500 personel dalam HUT ke-81 RI di JEC sekaligus memperkuat konsolidasi warga Madura.
Gempa Nias Selatan M6,1 dipicu aktivitas subduksi. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada gempa susulan.
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi penanda penting bagi transformasi ekonomi Kalimantan Utara (Kaltara)
Ferrari Luce, mobil listrik pertama Ferrari, terjual Rp600 miliar dalam lelang amal. Harganya 35 kali lipat dari harga normal.