Khawatir Corona, UGM Berencana Batalkan Pertemuan dengan Tamu Luar Negeri

Sekretaris Rektor UGM, Gugup Kismono memegang surat imbauan tentang merebaknya virus Corona dan diimbau untuk tidak bepergian ke luar negeri terlebih dahulu.-Harian Jogja - Rahmat Jiwandono
02 Maret 2020 16:17 WIB Rahmat Jiwandono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Universitas Gadjah Mada (UGM) mempertimbangkan untuk membatalkan pertemuan-pertemuan yang melibatkan tamu dari luar negeri. Hal itu dilakukan mencegah merebaknya virus Corona (Covid-19) ke dalam negeri. Penyakit mematikan itu bahkan kini sudah masuk ke Indonesia.

Sekretaris Rektor UGM, Gugup Kismono menyatakan sudah banyak agenda yang akan mengundang tamu dari luar negeri, baik mahasiswa ataupun dosen. Namun, karena alasan kesehatan pihaknya berencana untuk menundanya sementara waktu.

"Risikonya kami pikirkan, tidak hanya mereka yang datang ke sini tapi kami sebagai tuan rumah," katanya kepada wartawan, Senin (2/3/2020).

Demi kepentingan yang lebih besar, kata dia, UGM mempertimbangkan untuk menunda acara-acara yang punya risiko tinggi bagi kesehatan. UGM sedang komunikasi dengan para tamu dan melakukan assesment bersama pada acara yang sudah direncanakan itu.

"Intinya acara akan tetap dilaksanakan atau ditunda," ujarnya.

Tamu yang akan datang ke UGM tidak hanya dari benua Asia saja, tetapi juga dari Eropa. Mengenai batas waktu penundaan, UGM belum bisa memberikan jawaban.

Meski begitu, perkembangan virus Corona di seluruh dunia akan dipantau,terutama kebijakan pemerintah akan seperti apa.

Sementara ini, UGM belum menghubungi pembicara maupun dosen dari luar negeri ihwal penundaan pertemuan. "Dari rapat tadi, kami mendorong untuk melakukan penilaian dan evaluasi secara lebih baik dalam waktu yang singkat ini, kalau perkembangannya tidak menguntungkan, akan dikomunikasikan kepada mereka untuk tidak melakukan perjalanan ke Indonesia," katanya.

Menurutnya, daftar negara-negara dengan jumlah kasus virus ini yang tergolong tinggi, menjadi bahan catatan apabila ada tamu yang berasal dari negara tersebut.

Kala ditanya soal penggunaan masker, katanya, apapun yang bisa dilakukan akan dilakukan secara baik dan cepat. Seperti menggunakan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer serta menyediakan masker.

"Kalau itu dibutuhkan," kata dia.

Sebelumnya, Rektor UGM Panut Mulyono membenarkan surat edaran berisi sejumlah imbauan yang ditandatanganinya tersebut. "Itu (imbauan) benar, sudah dinyatakan dalam surat edaran itu. Edaran tersebut tujuannya untuk kehati-hatian dan menghindari yang tidak diinginkan," ujar dia.

Adapun, edaran tersebut berisikan sehubungan dengan semakin merebaknya wabah COVID-19 (Coronavirus Disease yang mulai terjadi pada 2019) dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka ia dan jawatannya menghimbau seluruh sivitas UGM untuk menangguhkan perjalanan ke luar negeri untuk keperluan yang dapat ditunda.

"Terutama di negara negara terdampak COVID-19," imbuhnya.