Hajatan FIFGROUP Sleman II Diserbu Pengunjung
Hajatan FIFGROUP Sleman II berlangsung meriah dengan berbagai promo menarik, mulai dari angsuran hemat hingga pembiayaan haji.
Kertas pengumuman \"Maaf Stock Masker Kosong\" dipasang di pintu Apotik Hayam Wuruk, Jogja, Selasa, (3/3/2020). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Kesehatan Sleman mengimbau agar masyarakat tidak panik dengan isu wabah Corona. Khususnya terkait penggunaan masker, masyarakat diharapkan lebih bijak menggunakannya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Djoko Hastaryo menjelaskan, saat ini Dinas menerapkan kebijakan efisiensi penggunaan masker. Kebijakan tersebut diambil lantaran jumlah masker di pasaran saat ini terbatas. Apalagi stok masker yang dimiliki Dinas sebenarnya untuk persiapan jika erupsi Merapi terjadi.
Menurutnya, stok masker harus tersedia minimal 30% dari jumlah penduduk Sleman. Hanya saja jumlah masker saat ini terus berkurang seiring dengan sulitnya Dinas mendapatkan barang tersebut dari distributor.
"Jumlah masker yang biasa saat ini tinggal sekitar 542.000 lembar dan masker N-95 sekitar 2.420 masker. Kalau dibilang kurang ya kurang, makanya kami lakukan efesiensi agar pendistribusiannya lebih tepat," katanya, Selasa (2/3/2020).
Dijelaskan Djoko, di Puskesmas rata-rata stok masker yang disediakan 1.000 lembar per Puskesmas. Masker tersebut biasanya digratiskan bagi pengunjung yang membutuhkan. Namun saat ini, pihaknya meminta Puskesmas agar hanya memberikan masker kepada pasien yang sudah diperiksa dan sakit.
Penggunaan masker saat ini diprioritaskan bagi pasien ISPA, mengarah pneumonia, batuk pilek dan sesak napas. "Masyarakat yang sehat dan tidak sakit tidak perlu menggunakan masker. Cukup dengan menjaga kondisi tubuh agar fit," katanya.
Seiring merebaknya wabah Corona, Dinkes berharap agar masyarakat lebih meningkatkan pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari virus tersebut. Selain PHBS, warga juga diminta untuk selalu menjaga kondisi tubuh tetap fit, rajin berolah raga dan mengonsumsi vitamin dan jamu.
Dinas, katanya, meminta agar seluruh Puskesmas untuk tidak menyepelekan pasien dengan gejala ISPA. Penanganan pasien ini juga harus dilengkapi dengan wawancara. "Jika ada gejala demam, sakit tenggorokan, batuk dan sesak nafas, apalagi ada kontak kunjungan dari luar negeri, harus dirujuk Sarjito atau panembahan Senopati," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hajatan FIFGROUP Sleman II berlangsung meriah dengan berbagai promo menarik, mulai dari angsuran hemat hingga pembiayaan haji.
Jadwal KSPN Jogja 2 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Jadwal KRL Palur-Jogja Rabu 2 September 2026 tersedia dalam 12 perjalanan, dengan keberangkatan dari Palur mulai 05.00 hingga 20.42 WIB.
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
BGN menetapkan dua sesi jam kerja wajib kepala SPPG MBG, yakni pukul 17.00-19.00 WIB dan 02.00-08.00 WIB.
Pemkab Bantul merotasi tujuh pejabat PTP. Sejumlah jabatan strategis diisi pejabat baru setelah melalui uji kompetensi dan persetujuan BKN.