Artis Soimah Digadang-gadang Maju Pilkada Bantul

Soimah - JIBI
04 Maret 2020 19:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Koalisi poros tengah masih terus melakukan komunikasi politik untuk mengusung bersama bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) 2020 ini. Saat ini muncul sosok Sagiran yang diusulkan menjadi salah satu bakal calon.

Sagiran digadang-gadang oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam komunikasi dengan penggagas poros tengah ini. Selain Sagiran, PKS juga memunculkan nama aktris Soimah. “Dua nama itu jadi bahan komunikasi kami dengan poros tengah,” kata Ketua Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) PKS Bantul, Arif Haryanto, saat dihubungi Rabu (4/3/2020).

Arif mengatakan PKS sudah berkomunikasi langsung dengan Sagiran secara personal maupun partai. Sementara komunikasi dengan Soimah baru sebatas personal kader PKS. Ia menilai kedua nama tersebut layak dipertimbangkan untuk diusung bakal calon bupati atau wakil bupati karena memiliki kapasitas dan kapabilitas.

Menurut dia, Sagiran adalah salah satu putra daerah yang kesehariannya didedikasikan untuk mengabdi pada masyarakat melalui rumah sakit maupun lembaga sosial. Ia juga menilai pemilik rumah sakit Nur Hidayah itu memiliki obsesi untuk memperluas pengabdiannya kepada masyarakat, “Ingin memiliki pengaruh terhadap kebijakan,” ujar Arif. Sementara Soimah memiliki kemampuan dalam bidang seni sehingga bisa menggenjot pembangunan dari sisi seni, budaya dan pariwisata yang akan menjadi fokus pembangunan Bantul ke depan.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Bantul, Mahmud Ardi Widanto mengapresiasi munculnya nama Sagiran yang dibawa PKS. Menurut dia, Sagiran layak memimpin Bantul. Namun untuk posisi bakal calon bupati atau wakil bupati masih perlu didiskusikan dengan bakal partai koalisi. “Pak Sagiran bisa menjadi pemimpin alternatif di Bantul,” ucap dia.

Ardi pribadi merasa cocok jika jika pada akhirnya dapat berduet dengan Sagiran, baik sebagai bakal calon bupati atau wakil bupati. Kecocokan PAN dengan sosok Sagiran bukan hanya pada pilkada ini. Bahkan dalam pilkada 2015 lalu, PAN sempat akan mengusung dokter spesialis bedah tersebut bersama Golkar.

Namun karena Golkar terjadi persoalan di internal partai sehingga PAN tidak cukup syarat untuk mengusung Sagiran sehingga dalam pilkada lima tahun lalu PAN memilih absen alias tidak memihak pada siapapun secara partai.