Apel Siaga, Personel dan Kendaraan di Jogja Siap Hadapi Bencana dan Virus Corona

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, mengecek kelengkapan kendaraan kebencanaan, Rabu (4/3/2020). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
05 Maret 2020 00:47 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Merespon munculnya virus corona dan potensi bencana di penghujung musim hujan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menyiagakan personil dan kelengkapan penanggulangan kebencanaan, dengan Apel Kendaraan Siaga Bencana, di Balai Kota Jogja, (4/3/2020).

Kepala Bdan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, Hari Wahyudi, menuturkan apel ini untuk mengecek kesiapan setiap instansi yang terkait kebencanaan. “Diikuti BPBD, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, PSC 119 dan Dinas Sosial,” katanya.

Fokus apel ini adalah pada pemeriksaan kelengkapan kendaraan setiap instansi. Di BPBD Kota Jogja, terdapat tiga armada roda empat dan satu roda tiga yang bisa digunakan untuk sosialisasi atau mengimbau warga. adapun tiga kendaraan roda empat itu terdiri dari satu ranger, satu double cabin dan satu truk serba guna.

“Di Pemadam Kebakaran lengkap ada beberapa armada mobil tangga, mobil tangki. PSC untuk penanganan medis siap dengan ambulance. Satpol PP dengan kendaraan operasional siap. Dinas Sosial untuk kendaraan dapur umum juga siap,” ujarnya.

Untuk kejadian bencana di Kota Jogja kata dia, sejauh ini masih aman terkendali. Hanya saja pada Selasa (3/3/2020) malam sempat terjadi kenaikan volume air di tiga sungai besar yakni Code, Winongo dan Gajah Wong akibat hujan deras pada sore harinya.

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan selain kendaraan, personil setia instansi juga harus siap setiap saat karena bencana bisa terjadi kapan saja. Selain bencana, masyarakat kata dia, juga dihadapkan pada potensi penyebaran corona.

Untuk mengantisipasi penyebaran ini, pihaknya telah membuat posko di setiap puskesmas di Kota Jogja. “Setiap puskesmas sudah ada thermo-scanner otomatis, peralatan pokok, dokter dan kelengkapan lainnya. saya minta Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan semua puskesmas,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat agar tidak panik dan mudah termakan berita yang menyesatkan. Ia juga berpesan untuk menjaga kesehatan dan tetap waspada. Jika kekebalan tubuh kuat, akan memperkecil potensi penyakit masuk dalam tubuh.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Tri wardoyo, mengatakan tidak semua batuk dan pilek adalah corona. Untuk itu ia mengimbau masyarakat agar segera mengecek kondisi kesehatannya di puskesmas agar bisa diidentifikasi penyakit apa dan langkah apa yang perlu diambil.

“Kami koordinasi dengan RS Jogja, dan rujukan kami ke RSUP Sardjito. Alat screening sudah ada di 45 kelurahan. Nanti dari kelurahan dapat menginfokan ke RT dan RW. Jika ada warga bepergian dari luar negeri dapat dipantau,” ujarnya.

Ia memastikan masker sampai hari iji masih aman. Stok masker di Dinas Kesehatan masih terdapat 150.000 potong. Ia mengimbau masyarakat yang sehat tidak perlu pakai masker agar tidak menjadi langka saat benar-benar dibutuhkan. "Bisa buat sendiri juga, dari kain putih bersih, agar partikel dari mulut tidak keluar," kayanya.