Wanita Pembawa 1 Kilogram Sabu Ditangkap di Bandara Adisutjipto

Ilustrasi. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
06 Maret 2020 00:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA— BNNP DIY menangkap seorang wanita berinisial NW, 24, di sekitar Bandara Adisutjipt Jogja, belum lama ini. NW kedapatan membawa sabu dengan berat satu kilogram melalui penerbangan dari Batam menuju Jogja.

Kepala BNNP DIY Brigjen Pol I Wayan Sugiri menjelaskan NW merupakan kurir yang membawa sabu dari wilayah Sumatera untuk diedarkan di Jogja. Petugas gabungan dari BNNP DIY, Bea Cukai serta dari pihak bandara melakukan pengintaian terhadap tersangka sebelum ditangkap sampai keluar ke wilayah bandara. Setelah tas digeledah kemudian ditemukan tiga paket sabu yang ditotal berat satu kilogram.

“Kami menangkapnya di sekitar bandara, begitu kami sudah melihat orang yang dimaksud dia langsung kami tangkap dan ditemukan satu kilogram sabu disimpan dalam plastik dimasukkan dalam ransel biasa tidak dimodifikasi,” ungkapnya Kamis (5/3/2020).

Petugas sengaja membiarkan tersangka untuk berjalan hingga keluar dari wilayah Bandara Adisutjipto dengn harapan pihak yang akan menerima barang tersebut juga bisa diringkus. Akantetapi diduga pihak penerima sudah mengetahui adanya petugas, setelah ditunggu lama tidak datang. Pihaknya pun langsung melakukan penangkapan sebelum tersangka kabur.

“Di depan bandara, kami menunggu sampai ada pembeli namun tidak muncul daripada lari langsung kami tangkap. Sebenarnya kami ingin menunggu kepada siapa dia membeirkan tetapi mungkin pembelinya sudah melihat gerakan kami ya,” katanya.

Tersangka NW mengaku membawa barang tersebut dengan dimasukkan ke dalam tas. Di dalam pesawat, ia tidak menitipkannya di bagasi, melainkannya cukup ditaruh di kabin bagian atas tempat duduk penumpang. Pihak yang menyuruhnya menjanjikan uang Rp15 juta jika berhasil membawa sabu tersebut sampai kepada penerimanya. Akantetapi baru dibayarkan senilai Rp5 juta keburu tertangkap petugas.

“Ditenteng biasa sebagai barang bawaan. Dimasukkan plastik hitam. Saya berangkat dari Batam,” ucapnya.

NW rupanya tidak hanya sekali, diduga ia merupakan bagian dari sindikat yang bertugas mengantar sabu dari satu tempat ke tempat lain dalam jumlah cukup besar. Ia mengakui pernah sukses membawa sampai dengan berat lumayan besar hingga sampai ke tangan penerima di Surabaya. Namun praktik itu ia akui hanya sekali.

“Di kabin juga, sudah dua kali [menyelundupkan sabu lewat jalur udara] pertama ke Surabaya, aman, lalu balik lagi,” ujar wanita asal Aceh ini.