Bentrok dengan DC, Polisi Imbau Pengemudi Ojol di Gunungkidul Tak Ikut Terprovokasi

Kasatbinmas Polres Gunungkidul, AKP Yulianto saat memberikan imbauan kepada beberapa pengemudi ojek online di Wonosari. - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi.
06 Maret 2020 14:17 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Pasca terjadinya kerusuhan antara pengemudi ojek online (ojol) dengan sekelompok massa yang diduga debt collector (DC) di Kabupaten Sleman, aparat kepolisian Gunungkidul berinisiatif menemui para pengemudi ojol di Gunungkidul untuk mengimbau agar tidak ikut terprovokasi dengan kejadian tersebut.

"Dengan adanya kejadian di Jogja kemarin, kami menghimbau agar rekan-rekan Ojol di wilayah Gunungkidul tidak ikut terprovokasi dan tidak melakukan tindakan solidaritas turun ke Jogja untuk membantu [melakukan aksi rusuh]," kata Kasatbinmas Polres Gunungkidul, AKP Yulianto kepada Harian Jogja di sela menemui pengemudi di pangkalan ojol di Wonosari pada Jumat (6/3/2020).

Yulianto menuturkan daripada harus turun ke jalan membuat suasana menjadi keruh dan tak terkendali, pihaknya meminta agar para pengemudi untuk melaksanakan aktivitasnya sehari-hari untuk mencari rezeki. "Para pengemudi ojol ini lebih baik mencari orderan dan menjemput masyarakat sehingga mendapatkan rezeki," ujarnya.

Menurut dia, turun ke jalanan ikut-ikutan melakukan aksi kerusuhan bukanlah solusi yang baik dalam menyelesaikan masalah. Bukannya permasalahan menjadi selesai, aksi tersebut malah akan memperpanjang masalah bahkan akan timbul persoalan baru. "Bukan masalahnya yang selesai tapi menimbulkan masalah lagi," paparnya.

Para pengemudi ojol di Gunungkidul diminta untuk sama-sama menahan diri dan mempersilakan jajaran aparat kepolisian melaksanakan tugasnya dalam melakukan tindakan hukum sesuai aturan yang berlaku dalam mengungkap kasus tersebut. "Kalau ada pelanggaran hukumnya itu sudah wewenang aparat kepolisian, serahkan saja semua ke aparat," paparnya.

Salah seorang pengemudi ojol asal Gunungkidul yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan dirinya turut serta dalam aksi pertama kali di salah satu kantor ojek online di Casa Grande, Depok, Sleman. Namun, setelah mendapatkan arahan dari aparat kepolisian dirinya langsung melakukan aktivitas seperti biasanya.

"Kemarin memang ikut yang kantor Ojol tapi setelah itu kami langsung pulang, dan tidak ikut lagi yang kejadian di Babarsari," ujarnya saat berdiskusi dengan jajaran Satbinmas Polres Gunungkidul.