Pilkada Serentak 2020, Haedar Nashir Ingatkan Hindari Politik Uang

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat memberikan keterangan imbauan terkait pelaksanaan Pilkada 2020, Jumat (6/3/2020). - Harian Jogja/Sunartono.
07 Maret 2020 04:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau kepada semua pihak terutama kontestan agar tidak menghalalkan segala cara seperti dengan politik uang. Di sisi lain, para kontestan harus memiliki semangat untuk menyelesaikan berbagai persoalan di daerah.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menjelaskan pelaksanaan Pilkada serentak merupakan usaha bersama untuk mewujudkan cita-cita nasional yaitu Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Pilkada serentak harus menjadi tonggak baru bagi mewujudkan cita-cita nasional itu di daerah masing-masing, sehingga daerah menjadi berkembang pesat dan masyarakatnya sejahtera.

Selain itu Haedar berharap Pilkada serentak harus membawa suasana damai, kondusif, menyebarkan benih kebaikan. Pelaksananya harus memiliki semangat untuk hidup rukun dalam perbedaan dan membawa kemajuan daerah menjadi lebih baik. Menurutnya hangan sampai pelaksanaan Pilkada justru menyalahi prinsip demokrasi yang berujung mencederai proses reformasi. Terpenting, kata dia, jangan menghalalkan segala cara termasuk politik uang.

"Kami juga mengimbau agar semua pihak berusaha menghindari proses demokrasi dalam Pilkada 2020 ini dari segala bentuk upaya menghalalkan segala cara, harus menghindari politik uang. Jangan sampai melanggar hukum dan ketertiban sosial," ungkapnya di Gedung Grha Suara Muhammadiyah, Jumat (6/3/2020).

Haedar berpesan kompetisi Pilkada serentak harus berlangsung secara sehat sesuai dengan aturan yang berlaku. Serta menjadikan proses demokrasi itu lebih berkualitas tidak sekedar prosedural. Ia berharap pilkada tidak melahirkan sisa politik seperti kerusuhan, perseterun, adu domba, fitnah, hoaks. Di sisi lain terlalu mahal harganya jika dalam Pilkada berujung pada proses politik yang meruntuhkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pilkada mestinya mampu menyelesaikan persoalan yang krusial di masyarakat dengan hadirnya pemimpin.

"Dan harus menghindari hal-hal yang membawa rusaknya kita sebagai bangsa. Pelaksanaan Pilkada harus bejalan dengdan damai," katanya.

Bagi kontestan Pilkada yang menang, kata Haedar, harus menjadikannya sebagai amanah dan tidak perlu melakukan pestapora kemenangan yang iustru membuat pihak yang kalah  merasa terkhianati. Sebaliknya yang kalah agar menerima dengan ikhlas, lapang hati dan sebagaimana permainan ada yang menang dan kalah, tidak perlu memercikkan suasana permusuhan," ujarnya.

Haedar mengatakan para kontestan harus memiliki semangat dan tujuan untuk menyelesaikan sejumlah persoalan masyarakat di daerahnya, sebaliknya bukan untuk menambah beban masyarakat. Ia yakin jika semua pihak memiliki kekuatan yang sama untuk menuntaskan sejumlah masalah maka Pilkada akan membawa kebaikan dan kemajuan bagi Bangsa Indonesia.

"Harus berjalan aman, damai dan kondusif," ucapnya.