5 Hari Hilang, Operasi Pencarian Korban Sungai Opak Disetop

Ilustrasi. - Antara
08 Maret 2020 19:57 WIB Hery Setiawan Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sejak dinyatakan hilang pada Rabu (4/3/2020) lalu, tubuh Pairin, warga Dusun Kembangsongo, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Bantul yang diduga terseret arus Sungai Opak, belum juga ditemukan. Setelah lima hari pencarian, operasi pun resmi dihentikan.

Kepala Seksi Operasional SAR DIY Wilayah Bantul Bondan Supriyanto mengatakan Tim SAR Gabungan sudah berupaya maksimal. Selama pencarian, katanya, tentu ada kendala yang tidak bisa dihindarkan, seperti kondisi cuaca dan kondisi sungai yang relatif dalam.

"Mengingat posko sementara yang besok mulai dipakai dan juga banyak personel yang bekerja, kami memutuskan untuk memberhentikan proses pencarian di wilayah Sungai Opak," kata Bondan saat ditemui di posko tim gabungan yang bertempat di Balai Desa Trimulyo, Minggu (8/3/2020).

Dia menjelaskan operasi pencarian tubuh Pairin melibatkan total lebih dari 700 orang personel yang berasal dari 43 unsur yang berbeda. Pencarian, kata dia, dilakukan di 10 titik yang berbeda dengan radius mencapai 21 kilometer dari lokasi hilangnya Pairin.

Kakek berusia 66 tahun itu kali pertama dinyatakan hilang pada Rabu pagi diduga terseret arus Kali Opak. Keponakan korban, Siti Marfuah, 45, mengatakan kabar hilangnya korban ia terima dari warga yang datang ke rumahnya, sekitar pukul 06.30 WIB. Warga tersebut, kata dia, melihat sarung dan sandal jepit yang diduga milik korban di tepian tempuran atau pertemuan Sungai Code dan Opak, tetapi korban justru tak ada di lokasi.

Pencarian pada Minggu, imbuh Bondan, dilakukan oleh 123 personel yang terbagi menjadi empat search and rescue unit (SRU). “Semuanya juga masih nihil [tidak menemukan tubuh korban,” ucap dia.