Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Ilustrasi. /Solopos-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, BANTUL—Prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY yang mengatakan bahwa intensitas hujan akan meninggi pada Februari kian diwaspadai oleh Pemkab Bantul. Setidaknya dua sungai besar yang mengalir di Kabupaten Bantul menjadi perhatian utama.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengakui tengah meningkat intensitas pemantuan di sejumlah titik rawan bencana hidrometeorologi. Setidaknya, imbuh dia, perhatian lebih diberikan BPBD Bantul pada area di sekitar dua sungai besar yang mengalir di Bumi Projotamansari, yakni Sungai Opak dan Sungai Oya.
Untuk itu BPBD Bantul sangat mengandalkan pos pantau yang ada di sekitar bantaran dua sungai itu untuk senantiasa melaporkan kondisi terkini. "Pada prinsipnya, kami siaga sepanjang tahun. Karena Bantul kan memang tergolong rawan terdampak bencana alam. Kami juga menempatkan 20 pos pantau untuk meng-update informasi terbaru dari sana," ujar Dwi, Minggu, (2/2/2020).
Selain banjir, imbuh Dwi, BPBD Bantul juga mengantisipasi potensi tanah longsor. Dwi menyebut ada beberapa wilayah yang masuk kategori rawan tanah longsor, di antaranya adalah beberapa titik di Kecamatan Piyungan, Dlingo, dan Imogiri.
Dwi mengklaim jumlah peralatan dan personel sudah cukup siap untuk berjaga-jaga selama musim hujan. Dinasnya pun selalu memperbarui informasi cuaca dari BMKG DIY. "Kami selalu memantau informasi tentang potensi hujan dan kecepatan angin. Kami mengambil langkah berdasarkan informasi itu," ucap Dwi.
Tak hanya itu upaya preventif juga telah disiapkan demi mengantisipasi potensi bencana. Bersama dengan instansi terkait, rapat koordinasi sudah dilakukan yaitu pada akhir 2019 dan awal 2020 lalu. BPBD Bantul juga terus memaksimalkan peran masyarakat dalam upaya siaga bencana selama musim hujan. "Desa-desa juga sudah ikut aksi dengan cara bersih-bersih sungai, memangkas pohon, dan kegiatan mitigasi lainnya," kata Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah.
Sekadar catatan, berdasarkan rilis resmi dari BMKG DIY, potensi hujan lebat yang disertai dengan angin kencang di sejumlah daerah di DIY. Hujan lebat dan angin kencang berpotensi terjadi mulai siang hingga sore hari.
BMKG memberikan peringatan dini potensi hujan lebat dan angin kencang di wilayah Kulon Progo, Sleman, Bantul bagian timur dan Gunungkidul bagian utara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman
BGN menutup 833 dapur SPPG pelaksana Program MBG karena melanggar SOP, mulai dari kasus keracunan hingga IPAL yang tidak memenuhi syarat.
Kecelakaan beruntun di Jalan Raya Malang-Surabaya, Pasuruan, menewaskan empat orang setelah truk bermuatan kertas diduga hilang kendali.
Workshop Bekali Kontingen Festival Kethoprak DIY 2026, Disbud Fokus pada Pembinaan dan Regenerasi Seniman Muda