Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Ilustrasi. /Solopos-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, BANTUL—Prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY yang mengatakan bahwa intensitas hujan akan meninggi pada Februari kian diwaspadai oleh Pemkab Bantul. Setidaknya dua sungai besar yang mengalir di Kabupaten Bantul menjadi perhatian utama.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengakui tengah meningkat intensitas pemantuan di sejumlah titik rawan bencana hidrometeorologi. Setidaknya, imbuh dia, perhatian lebih diberikan BPBD Bantul pada area di sekitar dua sungai besar yang mengalir di Bumi Projotamansari, yakni Sungai Opak dan Sungai Oya.
Untuk itu BPBD Bantul sangat mengandalkan pos pantau yang ada di sekitar bantaran dua sungai itu untuk senantiasa melaporkan kondisi terkini. "Pada prinsipnya, kami siaga sepanjang tahun. Karena Bantul kan memang tergolong rawan terdampak bencana alam. Kami juga menempatkan 20 pos pantau untuk meng-update informasi terbaru dari sana," ujar Dwi, Minggu, (2/2/2020).
Selain banjir, imbuh Dwi, BPBD Bantul juga mengantisipasi potensi tanah longsor. Dwi menyebut ada beberapa wilayah yang masuk kategori rawan tanah longsor, di antaranya adalah beberapa titik di Kecamatan Piyungan, Dlingo, dan Imogiri.
Dwi mengklaim jumlah peralatan dan personel sudah cukup siap untuk berjaga-jaga selama musim hujan. Dinasnya pun selalu memperbarui informasi cuaca dari BMKG DIY. "Kami selalu memantau informasi tentang potensi hujan dan kecepatan angin. Kami mengambil langkah berdasarkan informasi itu," ucap Dwi.
Tak hanya itu upaya preventif juga telah disiapkan demi mengantisipasi potensi bencana. Bersama dengan instansi terkait, rapat koordinasi sudah dilakukan yaitu pada akhir 2019 dan awal 2020 lalu. BPBD Bantul juga terus memaksimalkan peran masyarakat dalam upaya siaga bencana selama musim hujan. "Desa-desa juga sudah ikut aksi dengan cara bersih-bersih sungai, memangkas pohon, dan kegiatan mitigasi lainnya," kata Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah.
Sekadar catatan, berdasarkan rilis resmi dari BMKG DIY, potensi hujan lebat yang disertai dengan angin kencang di sejumlah daerah di DIY. Hujan lebat dan angin kencang berpotensi terjadi mulai siang hingga sore hari.
BMKG memberikan peringatan dini potensi hujan lebat dan angin kencang di wilayah Kulon Progo, Sleman, Bantul bagian timur dan Gunungkidul bagian utara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.