Pesantren di Bantul Diminta Patuhi Anjuran Pemerintah

Ilustrasi suasana di pondok pesantren - Eka Ariyanti
11 Maret 2020 07:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bantul meminta semua lembaga pendidikan di bawah Kemenag termasuk pondok pesantren untuk selalu mematuhi anjuran dari pemerintah terkait dengan pencegahan dan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Kepala Kantor Kemenag Bantul, Buchori Muslim mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai langkah antisipasi penyebaran Corona agar tidak sampai masuk ke lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag di antaranya dengan melakukan sosiailisasi dalam berbagai pertemuan dan ulang tahun madrasah yang melibatkan walimurid, termasuk di dalamnya beberapa kiaki pondok pesantren.

Sosialisasi tersebut untuk selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat, “Di samping berupaya hidup bersih, supaya selalu memperhatikan anjuran pemerintah,” kata Buchori, Selasa (10/3/2020). Sementara untuk membatasi penerimaan tamu yang datang ke pesantren atau penyelenggaraan pengajian umum terbuka, Buchori mengakui tidak memiliki kewenangan untuk membatasi, “Kami tidak punya otoritas untuk itu,” kata dia.

Doa

Sementara itu Pemimpin Pesantren Al-Imdad, Pandak, Bantul, Kiai Ahmad Murad mengatakan di pesantrennya tidak ada perubahan aktivitas santri, bahkan makan bersama yang rutin dilakukan tetap berlangsung seperti biasa.

Bahkan saat ini Al-Imdad masuk musim penerimaan siswa baru sehingga banyak tamu dari luar pesantren.“Sempat satu bulan kemarin beberapa santri terkena wabah demam namun setelah diperiksakan sampai ada beberapa masuk rumah sakit. Semuanya sudah sehat,” kata Murad.

“Untuk antisipasi Dikalangan Pesantren kami dengan menambah bacaan doa saja,” kata Murad.

Senada dengan pemimpin Pesantren Raudhatul Jannah Srandakan, Kiai Shidiq Pramono Widagda. Ia menyatakan tidak ada perubahan aktivitas di pesantrennya terkait adanya wabah Covid. “Antisipasinya Cuma memperbanyak doa dan wudu. Wudu dan salatnya disempurnakan,” ujar Shidiq.