Hujan Angin di Gunungkidul, Pohon Tumbang dan Talud Ambrol

Ilustrasi talut ambrol-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
12 Maret 2020 09:37 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Hujan lebat dengan durasi lama dan disertai angin kencang yang terjadi pada Rabu (11/3/2020) siang, mengakibatkan pohon jati dengan lingkaran 120 cm tumbang menimpa rumah warga di Sumberejo, Desa Nglipar, Nglipar. Tak hanya itu, air sungai di Desa Pengkol, Karangmojo meluap ke jalan dan talut di Desa Pilangrejo, Nglipar, ambrol.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat, dari sekian rentetan kejadian tersebut, tak ada korban jiwa. Namun, kerugian materil ditaksir mencapai Rp20 juta.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengungkapkan kejadian pohon tumbang menimpa dapur salah satu warga di Dusun Sumberejo, Desa Nglipar, bernama Tugiman, 62. Akibatnya, dapur mengalami rusak. Pasca kejadian, BPBD dibantu oleh aparat setempat dan warga langsung membersihkan.

"Selain hujan dan angin kencang, penyebab pohon jati itu tumbang diduga kondisi akar pohonnya sudah lapuk," kata Edy pada Kamis (12/3/2020).

Sementara kejadian lainnya, lanjut Edy, hujan dan angin kencang mengakibatkan air sungai di Dusun Pengkol, Desa Jatiayu, Karangmojo, meluap ke permukaan hingga menutupi akses jalan tepatnya di Jl Pengkol-Jatiayu. Namun, air berangsur cepat surut dan akses jalan kembali normal.

"Aliran sungai itu meluap hingga jalan dan jembatan tidak bisa dilewati pengendara dan masyarakat, karena luapannya cukup deras," ujarnya.

Kejadian terakhir, talut milik Asripin, 54, salah satu warga Dusun Pilangrejo RT/RW 01/01, Desa Pilangrejo, Nglipar, mengalami ambrol. Material talud dengan panjang 10 meter dan tinggi 5 meter, yang ambrol tersebut berhasil menutupi sebagian badan jalan milik warga setempat.

"Setelah kejadian, TRC BPBD dibantu warga setempat langsung melakukan pembersihan sebagian material batu dan tanah yang menutup jalanan warga, giat masih akan dilanjutkan hari ini," paparnya.