Mengenal Tiga Karakter Utama Anak Muda Indonesia di Era Digital
Simak tiga tipologi utama anak muda Indonesia di era digital hasil riset Alvara. Dari tipe Si Digital hingga Si Santuy, mana karakter Anda. Cek di sini.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (tengah) dalam sebuah kegiatan di sekitar Malioboro. Pemkot Jogja meminta warga untuk selalu menjaga kesehatan diri dan lingkungan untuk mengantisipasi virus Corona./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA— Kasus virus Corona atau Covid-19 yang telah ditemukan di Solo membuat daerah di sekitarnya juga perlu meningkatkan kewaspadaan. Terkait hal itu, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti dan Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi memberikan pesan untuk warga di Kota Jogja.
Dalam edaran yang diterima Harianjogja.com, Sabtu (14/3/2020), pemimpin Kota Jogja tersebut berharap warga Jogja selalu tenang, tidak panik dan waspada.
“Kebijakan penting selalu diambil berdasarkan atas kejadian yang terjadi di Kota Jogja, serta potensi sebaran yang melibatkan daerah-daerah lainnya. Pemerintah Kota Jogja akan segera mengambil keputusan penting manakala sudah ada indikasi yg diperlukan,” demikian bunyi pesan tersebut.
Pemerintah Kota Jogja disebutkan sudah menyiapkan seluruh Puskesmas, layanan darurat PSC 119, RS Pratama dan RS Jogja serta bekerjasama dengan RS Swasta lainnya utk menangani kasus-kasus terkait dengan virus Corona. Masyarakat yang merasakan gejala demam, batuk, pilek, sesak napas dan lainnya sebagai indikasi terkena virus Corona bisa minta layanan di Puskesmas atau RS terdekat.
Pemerintah Kota Jogja telah menambah posko deteksi masuk Kota Jogja, seperti di Stasiun KA (kerjasama dengan KAI), terminal Bus, tempat-tempat parkir wisata, hotel dan resto (kerjasama dengan PHRI dan Asita) dan lainnya sebagai pencegahan penularan melalui tempat-tempat umum.
“Pemerintah Kota melakukan penelusuran kontak, bagi orang yang dalam pantauan dan pengawasan, sebagai upaya untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran. Selama ini dan sampai sekarang, kita selalu melakukan penelusuran riwayat kontaknya di masyarakat. Itu sebagai upaya untuk pembatasan dan melokalisir wilayah kontaknya,” lanjut pesan tersebut.
Pesan Umum utk mencegah dan antisipasi penyebaran virus Corona adalah jaga kesehatan, selalu cuci tangan dengan sabun atau sabun tangan higienis, tidak mengusap mata, hidung dan mulut, selalu bersihkan toilet, handle pintu, pagar tangga, tombol atau benda lainnya yang sering disentuh dan dipegang, jaga jarak kontak langsung, untuk sementara kurangi salaman dan cipika cipiki diganti dengan penghormatan sembah dengan menelungkupkan dua telapak tangan, dan lainnya.
Wali Kota dan Wakil Wali Kota juga berpesan agar warga selalu waspada dan bersikap tidak berlebihan agar kewaspadaan terukur dan tidak mengakibatkan krisis sosial, ekonomi dan lainnya.
“Pemerintah Kota akan cepat mengambil kebijakan penting sesuai dengan kondisi dan perkembangan yang terjadi di Kota Jogja,” demikian akhir dari pesan tertanggal 14 Maret tersebut.
Pemimpin Kota Jogja tersebut menambahkan jikalau sekarang Jogja masih ramai dikunjungi wisatawan, karena itu menunjukkan kemampuan masyarakat Jogja mampu mengantisipasi dan mengelola wabah virus Corona bisa diselesaikan.
“Kemampuan itulah yang harus diwujudkan dalam bentuk kesiapan setiap hotel, resto, mall, toko, sekolah dan kelas, setiap event yang melibatkan massa dan lainnya untuk menyiapkan sabun cuci atau hands sanitizer dan alat pendeteksi suhu tubuh untuk tamu yang datang,” tambahnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak tiga tipologi utama anak muda Indonesia di era digital hasil riset Alvara. Dari tipe Si Digital hingga Si Santuy, mana karakter Anda. Cek di sini.
Kanker kolorektal dapat dicegah dengan pola hidup sehat, konsumsi sayur dan buah, serta skrining dini melalui program Cek Kesehatan Gratis.
Pelaku kejahatan siber menyebarkan malware melalui halaman gangguan palsu ChatGPT yang memanfaatkan fitur berbagi konten OpenAI.
Api misterius di Seyegan diduga dipicu gas metana. Tim UPN Veteran Yogyakarta meminta penghuni rumah mengungsi ke lantai dua selama sebulan.
Banjir Manado merendam 468 rumah dan memaksa 747 warga mengungsi. BNPB mencatat 968 jiwa terdampak di sejumlah kecamatan.
Veda Ega Pratama start posisi ke-13 pada Moto3 Italia 2026 di Mugello setelah mencatat waktu 1 menit 55,548 detik pada sesi kualifikasi.