Pulang dari Luar Negeri, 3 Warga Gunungkidul Dipantau terkait Covid-19

Lalu lintas di ruas jalan utama Gunungkidul. - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
14 Maret 2020 19:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Sejumlah tiga warga Gunungkidul masuk dalam kategori orang dalam pemantauan penyakit Corona. Meski demikian, dua warga telah dinyatakan sehat dan terhidar dari ancaman penyakit tersebut.

Kepala Seksi Penyebaran Penyakit Menular, Bidang Pencegahan dan Penularan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Gunungkidul, Diah Prasetyo Rini mengatakan, pihaknya mewaspadai potensi penyebaran penyakit corona di Bumi Handayani. Meski demikian, hingga saat ini belum ada temuan kasus.

"Untuk kasus belum ada, tapi untuk kategori orang dalam pemantauan ada yang diawasi. Namun pengawasan masih sebatas di lingkungan rumah karena ketiganya hanya menjalani rawat jalan," kata Diah kepada wartawan, Sabtu (14/3/2020).

Menurut dia, ada tiga orang yang dalam pemantauan. Ketiganya dipantau karena baru kembali dari luar negeri. Dugaan muncul karena ketiganya sempat mengalami sakit flu dan demam. "Mereka ada yang pulang dari Jepang, Malaysia dan Arab Saudi," ungkapnya.

Diah menambahkan, untuk pemantauan juga melibatkan tim dari puskesmas serta RSUD Wonosari. Meski demikian, setelah dipantau selama 14 hari, dua orang dinyatakan sehat dan tidak terpapar penyakit itu.

"Tinggal satu warga yang baru saja umrah. Rencananya akan dipantau hingga 17 Maret, karena pulang 3 Maret. Jadi masih ada waktu empat hari untuk memantaunya," ungkap Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gunungkidul ini.

Dokter Spesialis Paru, RSUD Wisnu Kuncoro Mukti mengatakan, pihaknya sempat merawat pasien orang dalam pemantauan penyakit corona. Pasien ini dipantau karena sehabis menjalankan ibadah umrah mengalami gejala demam dan flu. "Masuk Minggu [8/3/2020] lalu, tapi setelah dirawat dua hari kondisinya membaik sehingga diperbolehkan pulang," katanya.

Meski harus menjalani rawat jalan, namun tidak serta merta pasien tersebut lepas dari pengawasan. Untuk pemantauan dilakukab kerjasama denga puskesmas setempat. Selain itu, pasien tersebut juga dilarang beraktivitas di luar rumah. "Kami juga meminta agar keluarga menyediakan ruangan khusus," katanya.

Dia menjelaskan, RSUD Wonosari tidak menjadi rujukan utama corona, meski demikian upaya antisipasi terus dilakukan. Guna penanganan telah disediakan dua ruangan untuk isolasi perawatan pasien. "Kami juga telah menetapkan standar perawatan selama pasien ditangani di IGD," katanya.