Berkompetisi Secara Online, Mahasiswa Ini Lolos ke Final Olimpiade Digital Economy Internasional

Anang Suwasto, mahasiswa STMIK Akakom finalis Olimpiade Digital Economy Internasional saat mempersiapkan materi, Senin (16/3/2020). - Harian Jogja/Sunartono.
17 Maret 2020 10:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Seorang mahasiswa STMIK Akakom Yogyakarta Anang Suwasto menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia dalam final International Olympiad Digital Economy yang berlangsung di Rusia. Mahasiswa ini mampu menyisihkan ribuan peserta dari berbagai negara dalam tahapan kompetisi secara online.

Kompetisi itu dibagi dalam beberapa tahapan yang dari awal diikuti 6.184 mahasiswa dari 50 negara. Hingga kemudian terpilih 23 finalis dari 10 kategori. Kompetisi secara online itu dimulai pendaftaran sejak September 2019 silam, kemudian dimulai tahapan pertama dan kedua pada Januari 2020 hingga terpilih mahasiswa terbaik yang mewakili negaranya.

Anang menjelaskan pada tahap pertama, ia mengerjakan secara online 15 soal dengan bobot soal setara S1 dan S2, durasi waktu selama 24 jam. Pada tahap pertama, ia sebagai peserta bebas memilih semua kategori, tetapi di tahap berikutnya akan ditentukan satu kategori saja melalui nilai yang paling tinggi dari soal yang dikerjakan.

"Soal yang lama prosesnya terutama yang butuh penghitungan manual. Kemudian penetapan metode peserta dalam menyelesaikan masalah dalam data sains dalam big data," katanya Senin (16/3/2020).

Pada tahap pertama ia lolos menuju tahap kedua untuk kembali mengerjakan soal secara online. Adapun proporsi soal tahap ini sama dengan tahap pertama tetapi karakteristik soal relatif lebih susah dengan waktu yang diberikan selama 12 jam. Meski diberikan waktu 12 jam tetapi ia menyelesaikannya dengan waktu sekitar tiga jam.

"Selama mengerjakan tidak selalu di depan laptop, masih bisa saya sambi dengan kegiatan lain. Ada soal pilihan ganda juga, tetapi tingkat kesulitan soal ada yang standar S1 dan S2. Termasuk ada hitungan matematikanya," ucap mahasiswa semester enam Jurusan Informatika STMIK Akakom ini.

Dalam pengumuman finalis, Anang berhasil menyisihkan ribuan peserta dari 50 negara. Setiap kategori dipilih antara dua hingga tiga mahasiswa sebagai finalis. Pada final yang akan dihelat di Kota Moskow, Rusia pada 25 Maret 2020 mendatang, untuk kategori data sains, ia akan bersaing dengan dua rivalnya dari India dan Tajikistan.

Adapun proses finalnya juga akan mengerjakan soal dengan cara yang sama seperti saat tahap pertama dan kedua. Jumlah ada 15 soal dengan waktu enam jam. "Tetapi mengerjakannya langsung di Moskow Rusia, saat ini persiapan lebih pada pengayaan materi dengan didampingi dosen," kata Leader Program Google Developer Student Club (DSC) ini.

Dosen Informatika STMIK Akakom Sri Redjeki menyatakan Anang memiliki kemampuan tersendiri di bidang analisis big data. Jika sebagian mahasiswa lebih tertarik pada menciptakan suatu aplikasi, tetapi Anang sudah visioner lebih dari itu dengan mengembangkannya pada analisis. Oleh karena itu kerap dilibatkan dalam riset terkait data digital. Selain itu beberapa kali menjadi perwakilan kampus dalam ajang kompetisi, yang terakhir kali mendapatkan juara dalam event Dinakom di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang melalui karya kelompoknya membuat aplikasi khusus penjual sayuran.

"Untuk persiapan ke final, kami mendampingi dengan mengkaji beberapa contoh soal, menentukan bagaimana metode pemecahannya," kata ahli big data ini.

Anang sangat berharap kondisi Indonesia dan negara yang menjadi tujuan transit menuju Rusia tetap stabil seiring merebaknya wabah corona. Ia tetap ingin berangkat ke Rusia pada 23 Maret 2020 karena pihak penyelenggara telah memberikan jaminan bahwa kondisi di Rusia aman dari corona. "Semoga saja nanti kondisinya stabil, semua sudah siap tinggal berangkat dan sudah ada konfirmasi dari panitia di Rusia, bahwa kondisinya aman," katanya.

Sri Redjeki mengatakan, kampus telah memberikan izin karena pihak penyelenggara telah memberikan jaminan. Selain itu pihaknya terus memantau selama perjalanan. (Sunartono)