Krisis Air Bersih Mengancam, Gunungkidul Petakan Sumber Air Baru
BPBD Gunungkidul memetakan sumber air baru di daerah kekeringan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Ilustrasi sampah. /Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Agus Priyanto, mengatakan pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat. Meski demikian, pengelolaan itu belum bisa merepresentasikan pengelolaan sampah di Bumi Handayani secara keseluruhan.
Ia menilai pengelolaan sampah belum maksimal. Hal ini bisa dilihat dari penyerapan produksi sampah yang dikelola setiap harinya. Menurut Agus, dalam sehari ada 360 ton sampah yang diproduksi masyarakat. Dari jumlah itu yang tertangani baru 35 ton.
“Masih jauh dan kami tidak tahu apakah sampah itu dibakar atau dibuang secara sembarangan. Yang jelas persoalan ini menjadi pekerjaan rumah kami untuk menyelesaikannya,” kata Agus kepada wartawan, Selasa (17/3/2020).
Dia menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat pengelolaan sampah di Gunungkidul belum optimal. Salah satunya karena cakupan wilayah yang sangat luas, sedangkan dari sisi personel dan armada pengangkutan juga masih sangat terbatas sehingga belum bisa menjangkau wilayah secara menyeluruh. “Masalahnya komplek dan semuanya saling berkaitan,” katanya.
Menurut Agus, upaya penanganan tidak serta merta menjadi tugas dari DLH. Pasalnya, partisipasi dari masyarakat juga sangat dibutuhkan. Untuk penanganan berbasis masyarakat akan dikembangkan model jaringan pengelolaan sampah mandiri melalui program bank sampah. Program ini efektif dalam penanganan sampah di Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul memetakan sumber air baru di daerah kekeringan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka bentrokan Pegangsaan. Warga dan keluarga korban sepakat menjaga kondusivitas serta mendukung proses hukum.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.