Pengelolaan Sampah di Gunungkidul Belum Optimal

Ilustrasi sampah. - Harian Jogja/Uli Febriarni
17 Maret 2020 20:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Agus Priyanto, mengatakan pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat. Meski demikian, pengelolaan itu belum bisa merepresentasikan pengelolaan sampah di Bumi Handayani secara keseluruhan.

Ia menilai pengelolaan sampah belum maksimal. Hal ini bisa dilihat dari penyerapan produksi sampah yang dikelola setiap harinya. Menurut Agus, dalam sehari ada 360 ton sampah yang diproduksi masyarakat. Dari jumlah itu yang tertangani baru 35 ton.

“Masih jauh dan kami tidak tahu apakah sampah itu dibakar atau dibuang secara sembarangan. Yang jelas persoalan ini menjadi pekerjaan rumah kami untuk menyelesaikannya,” kata Agus kepada wartawan, Selasa (17/3/2020).

Dia menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat pengelolaan sampah di Gunungkidul belum optimal. Salah satunya karena cakupan wilayah yang sangat luas, sedangkan dari sisi personel dan armada pengangkutan juga masih sangat terbatas sehingga belum bisa menjangkau wilayah secara menyeluruh. “Masalahnya komplek dan semuanya saling berkaitan,” katanya.

Menurut Agus, upaya penanganan tidak serta merta menjadi tugas dari DLH. Pasalnya, partisipasi dari masyarakat juga sangat dibutuhkan. Untuk penanganan berbasis masyarakat akan dikembangkan model jaringan pengelolaan sampah mandiri melalui program bank sampah. Program ini efektif dalam penanganan sampah di Gunungkidul.