Habiskan Rp160 Juta, Program Pakan Monyet Gunungkidul Tak Efektif
DLH Gunungkidul menghentikan program pakan monyet ekor panjang pada 2027 karena dinilai tak efektif mencegah konflik dengan warga.
ilustrasi./dok
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Surat rekomendasi dari PDI Perjuangan untuk calon kepala daerah yang diusung di Pilkada 2020 hingga saat ini belum turun. Meski demikian, diprediksi sosok Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan (DPPKA) DIY, Bambang Wisnu Handoyo, atau akrab disapa BWH menjadi kandidat terkuat calon yang diusung partai berlambang banteng moncong putih ini.
Prediksi ini menguat karena di beberapa kesempatan BWH terlihat bersama dengan Ketua DPC PDIP Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih berkeliling ke beberapa wilayah di Bumi Handayani. Salah satunya menggelar pertemuan dengan kepala desa se-Gunungkidul untuk menyosialisasikan akses dana keistimewaan.
Meski menjalankan program pemerintahan, kegiatan ini sangat kental dengan nuansa politik. Hal ini dikarenakan BWH menjadi salah satu bakal calon yang ikut dalam proses penjaringan kepala daerah di PDIP.
Meski BWH juga mengikuti penjaringan di DPC PDIP Bantul, peluangnya sudah tertutup karena partai sudah memutuskan untuk mengusung pasangan Abdul Halim Muslih dan Joko Purnomo.
Ketua DPC PDIP Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih saat dikonfirmasi membenarkan BWH menjadi salah satu kandidat yang bakal diusung. Meski demikian, ia menegaskan keputusan berada di tangan DPP. “Kalau tidak ada perubahan, Senin [23/3] kami diundang ke Jakarta. Kemungkinan pertemuan itu untuk mengumumkan siapa bakal calon yang diusung,” kata Endah, Rabu (18/3/2020).
Terkait dengan kebersamaannya dengan BWH di sejumlah kegiatan di Gunungkidul, Endah tidak memungkirinya dan kegiatan itu untuk sosialisasi program dana keistimewaan di desa-desa. Hanya, dari sisi personal, Endah mengakui bahwa BWH masuk dalam kriteria karena yang bersangkutan merupakan seorang marhaneis sejati. “Ditunggu saja. Selain Pak BWH, ada bakal calon lain seperti Mayor Sunaryanto dan lainnya. Yang jelas kami taat dan patuh dengan aturan partai, siapa yang ditunjuk, maka itulah yang kami usung,” katanya.
Ketua DPD Nasdem Gunungkidul, Suparjo, mengakui hingga saat ini partainya masih menunggu rekomendasi dari DPP terkait dengan calon yang diusung dalam Pilkada 2020. Menurut dia, dalam penunjukan partainya menggunakan kajian ilmiah sehingga calon yang diusung merupakan kandidat yang benar-benar diinginkan oleh masyarakat. “Hingga kini rekomendasi belum turun,” kata Suparjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Gunungkidul menghentikan program pakan monyet ekor panjang pada 2027 karena dinilai tak efektif mencegah konflik dengan warga.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo 26 Oktober 2026, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Kereta pertama pukul 05.05 WIB, tarif Rp8.000.
BPBD Sleman telah menyalurkan 1.024.000 liter air bersih hingga Oktober 2026. Sebanyak 11 sekolah dan Puskesmas Ngaglik II masih membutuhkan bantuan.
PSMS Medan mengalahkan PSIS Semarang 2-1 dan naik ke posisi kedua Grup A Pegadaian Championship 2026/2027. Dua kartu merah mewarnai laga.
Shin Tae-yong menyayangkan pemecatan sejumlah pelatih Super League 2026/2027, termasuk Jean-Paul van Gastel dan Marcos Santos setelah kalah dari Persija.
Gunung Lokon di Tomohon masih berstatus Waspada. Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati Kawah Tompaluan dalam radius 1,5 kilometer.