Jejak Perjalanan dan Aktivitas Guru Besar UGM yang Terinfeksi Corona Masih Misterius

Ilustrasi virus Corona. - REUTERS/Dado Ruvic
19 Maret 2020 21:57 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Hingga Kamis (19/3/2020), Wakil Rektor UGM Bidang Kerjasama dan Alumni, Prof Paripurna Poerwoko Sugarda masih belum mendapat informasi terkait tracing atau penelusuran kontak pasien positif kedua di DIY, yaitu guru besar Farmakologi UGM, Prof. dr. Iwan Dwiprahasto.

Iwan Dwiprahasto kini dirawat di RSUP Dr Sardjito. Dia merupakan pasien kedua di DIY yang positif terinfeksi virus Corona.

Paripurna Poerwoko Sugarda berharap dengan dipublikasikannya identitas pasien, maka orang-orang yang sempat berkontak langsung dengan yang bersangkutan dapat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Ia juga belum mendapat informasi terkait acara apa saja yang baru saja diikuti Iwan.

"Belum terdeteksi, dengan press conference kemarin kami harapkan teman-teman yang bertemu dan kontak dekat dengan beliau bisa skrining di rumah sakit-rumah sakit yang ditunjuk," kata Paripurna ketika dihubungi Harianjogja.com, Kamis (18/3/2020) sore.

Menindaklanjuti status Iwan yang dinyatakan positif Covid-19 pada Rabu (18/3/2020) siang kemarin, Paripurna menyebut belum ada perubahan bentuk pengamanan lingkungan kampus UGM.

Sejauh ini, UGM masih berpedoman pada surat edaran Rektor UGM nomor 1606/UN1.P/HKL/TR/2020 tentang Tanggap Darurat Covid-19 di Lingkungan UGM yang diputuskan pada Senin (16/3/2020) lalu.

Di sana tertulis berbagai upaya pengamanan kampus seperti membatasi mobilitas sivitas UGM dari dan ke luar DIY serta menerapkan metode pembelajaran jarak jauh.

"Belum ada perubahan, tapi kami dorong sedapat mungkin WfH [work from home], sambil memperhatikan perkembangan yang terjadi," tuturnya.