Keluarga Mantan Pasien Positif Corona di Jogja Kisahkan Kronologi Perjalanan ke Depok

Foto ilustrasi: Sampel darah untuk pengujian virus corona. - REUTERS
21 Maret 2020 15:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Seorang pasien anak yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19, pada Jumat (20/3/2020) dinyatakan sembuh setelah melalui tes sampel darah dan hasilnya negatif sebanyak tiga kali. Keluarga pasien bersedia membagikan kisahnya melalui wawancara resmi dengan Tim Bidang Komunikasi dan Informasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di DIY.

Dalam video yang dirilis, ibu dari anak yang sebelumnya divonis positif Covid-19 berbagi cerita dari awal ketika melakukan perjalanan ke Depok, Jawa Barat pada 27 Februari 2020 naik Kereta Api dan turun di Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur. Setibanya di Jakarta, pagi itu kondisi penumpang sangat banyak saat ia naik KRL menuju ke Depok dan sempat berputar di kawasan Jakarta selama dua jam.

"Naik kereta [dari Jogja] sampai sana [Jakarta] pagi jam tujuh di Jatinegara setelah itu dijemput keluarga ke Depok naik KRL. Karena waktu itu padat, kami membawa barang banyak muter-muter jadi sampai dua jam. Kemudian sampai Depok jam 10.00 WIB," katanya melalui video yang dirilis, Sabtu (21/3/2020).

Ibu ini menambahkan setibanya di Depok, ia bersama anaknya melakukan perjalanan biasa dengan mengunjungi beberapa tempat seperti Masjid Kubah Emas dan Alun-Alun Depok. Ia berada di kota itu selama lima hari dan kemudian kembali sampai di Jogja. "Waktu itu saya berangkat pagi dan sampai di Jogja sore hari," ujarnya.

Setibanya di Jogja, lanjutnya, tidak langsung berkegiatan di hari berikutnya. Bahkan anaknya tersebut tidak bersekolah selama tiga hari berikutnya karena masih lelah. Saat ini anaknya dalam keadaan sehat dan tidak ada gejala demam dan sejenisnya.

"Sampai Jogja Senin, lalu Selasa, Rabu dan Kamis off di rumah saja, tidak sekolah karena memang masih capek hari Jumat baru sekolah. Tetapi hari Sabtu tidak tidur siang dan malamnya baru bisa tidur tengah malam. Saat pulang enggak papa saya jemput sehat tidak ada gejala demam atau sehat saja," katanya.

Ia menambahkan baru pada Minggu (7/3/2020) anaknya merasakan demam tinggi yang nyaris 40 derajat. Menurutnya, selama ini saat sakit demam anaknya tidak sampai mencapai angka tersebut. Saat itu sempat diberi paracetamol tetapi turunnya panas hanya sedikit dan berkisar di angka 38 hingga 39 derajat. Baru kemudian saat dini hari dibawah ke IGD salah satu rumah sakit di Jogja.