Ini Satu-satunya Kecamatan di Bantul yang Belum Ditemukan ODP & PDP Corona

Peta sebaran covid-19 di DIY - Ist
23 Maret 2020 19:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Nyaris seluruh kecamatan di Bantul ditemukan Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan pasien positif terkat dengan Covid-19.

Dari total 17 kecamatan di Bantul, sebanyak 16 kecamatan telah ditemukan baik ODP, PDP maupun pasien positif terinfeksi Corona.

Merujuk sata pemerintah ada satu kecamatan yakni Sedayu yang belum ditemukan ODP, PDP maupun pasien positif Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Sri Wahyu Joko Santoso menyebut jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Bantul sebanyak 19 orang dan positif satu orang.

“Per 23 Maret pukul 13.00 WIB data kasus yang bisa kami sampaikana dalah PDP 19 orang, pasien confirm positif satu orang,” kata Sri Wahyu, Senin (23/3) siang. Ia menyatakan data yang disebutkannya itu adalah data pasien yang sampai saat ini dirawat di rumah sakit.

Adapun PDP yang dirawat inap tersebar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul, RS PKU Muhammadiyah Bantul dan Rumah Sakit Pusat Angkatan Usara Hardjolukito. Sementara orang dalam pemantauan (ODP) yang dirawat dan isolasi mandiri sebanyak 82 orang.

Sri Wahyu mengimbau masyarakat tidak panik dan resah dengan adanya wabah virus Corona tersebut. Namun keaspadaan tetap diperlukan dengan berhati-hati dan berjaga-jaga.Seandainya mengalami masalah kesehatan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Total data ODP, PDP dan Positif Covid-19 per Kecamatan di Bantul per 23 Maret 2020, pukul 13.00 WIB

Bambanglipuro: 8 ODP dan 2 PDP

Banguntapan: 10 ODP dan 4 PDP

Bantul: 12 ODP, 4 PDP, dan 1 Positif

Dlingo: 1 ODP

Jetis: 6 ODP dan 1 PDP

Kasihan: 4 ODP 2 PDP

Pandak: 3 OPD 2 PDP

Piyungan: 3 ODP 2 PDP

Pleret: 5 ODP

Pundong: 5 ODP

Sanden: 2 ODP 1 PDP

Sewon 2ODP 1 PDP

Srandakan: 8 ODP

Sedayu: 0

Pajangan: 1 ODP

Kretek: 8 ODP

Imogiri: 1 ODP

Sebagai catatan, ODP merupakan pasien yang dipulangkan untuk dipantau kesehatannya selama 14 hari oleh Puskesmas atau fasilitas kesehatan di wilayah domisili.

Termasuk dalam kategori ODP yakni orang yang mengalami gejala demam lebih dari 38 derajat celcius, ada riwayat demam atau ISPA tanpa pneumonia, dan memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit atau wilayah yang terjadi kejadian luar biasa Covid-19 pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

Adapun PDP adalah pasien yang dirujuk ke RS Rujukan Covid-19 untuk mendapatkan perawatan dan tes swab tenggorokan untuk memastikan positif atau negatif Sars Cov-2, virus penyebab Covid-19. 

Syarat PDP yakni orang mengalami gejala demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius atau ada riwayat demam, ISPA, pneumonia ringan hingga berat. Selain itu memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif virus corona.

Sebelumnya, pada Senin (23/3/2020) pagi di Kantor Kepatihan, Gubernur sekaligus Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB X, meminta kepada seluruh warga Jogja agar tetap bersikap sabar, tawakal, dan pasrah lahir batin dengan disertai usaha di masa tanggap darurat akibat wabah Covid-19 ini. Begitu juga pemerintah akan selalu berusaha melayani masyarakat dengan baik dengan berpegang pada ajaran Jawa seperti orang yang sabar rezekinya banyak, dan mengalah akan lebih baik.

"Di masa tanggap darurat bencana virus corona ini, kita harus menghadapinya dengan sikap sabar tawakal, tulus, ikhlas, pasrah lahir batin, disertai ikhtiar yang berkelanjutan. Sama seperti juga bagi saya yang berkewajiban menjadi pamong projo serta pamomong rakyat Yogyakarta
harus berpegang teguh pada ajaran Jawa, wong sabar rejekine jembar, ngalah urip luwih berkah," katanya.