Stok Darah di PMI Gunungkidul Kian Menipis

Ilustrasi Donor darah - JIBI
29 Maret 2020 21:27 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Palang Merah Indonesia (PMI) Gunungkidul melaporkan adanya penurunan stok darah secara drastis. Kondisi ini terjadi sebagai imbas dari penyebaran virus Corona (Covid-19) dan penerapan social distance sebagai langkah antisipasi penyebaran virus ke masyarakat secara langsung.

"Stok darah semakin menipis, selama beberapa hari terakhir pendonor darah setiap hari rata-rata hanya lima sampai tujuh orang," kata Ketua PMI Gunungkidul, Iswandoyo, saat ditemui Harian Jogja, Minggu (29/3/2020).

Ia menjelaskan pada hari biasa pendonor yang datang langsung ke Kantor PMI Gunungkidul mencapai 15 orang per hari. Tak hanya itu, dampak dari Covid-19 ini, banyak kelompok maupun lembaga yang ada di Gunungkidul yang membatalkan aksi donor darah massal.

"Kelompok atau lembaga yang biasanya menggelar donor darah massal membatalkan semua kegiatan. Padahal ada kelompok yang setiap menggelar kegiatan diikuti sekitar 100 orang," katanya. Menurut dia, penurunan stok darah saat ini mencapai 50%. "Darah yang sering dibutuhkan biasanya golongan A, AB dan O," ujar Iswandoyo.

Menghadapi kondisi seperti ini, PMI Gunungkidul terus berusaha melakukan langkah kongkret agar masyarakat kembali mau mendonorkan darahnya, mulai dari menggelar sosialisasi melalui media sosial hingga turun langsung ke lapangan dengan menyambangi kelompok maupun lembaga.

Ia memastikan dalam proses pengambilan darah semua protokol kesehatan diterapkan, baik dari petugas, pendonor, hingga teknis donor darah. Menurut dia, protokol ini merupakan bentuk kesiapsiagaan PMI dan seluruh karyawan untuk melakukan langkah pencegahan penyebaran virus tersebut.

"Protokol kesehatan sudah ada. Jadi kami menunggu kehadiran masyarakat, persediaan kami sangat terbatas, tidak sebanding dengan kebutuhan yang terus meningkat," ujarnya.