Dari Dapur, Solidaritas Pangan Jogja Membantu Warga yang Kesulitan akibat Pandemi Corona

Sukarelawan Solidaritas Pangan Jogja membagikan makanan di sekitar Madukismo, Bantul, Sabtu (28/3/2020). - Istimewa/Solidaritas Pangan Jogja
30 Maret 2020 06:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pandemi Covid-19 membuat aktivitas sebagian besar masyarakat terganggu. Mereka yang bisa membawa pekerjaan ke rumah bisa tetap produktif. Namun, para pekerja informal yang menggantungkan hidupnya di luar rumah kehilangan pendapatan cukup banyak.

Sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Pangan Jogja kemudian menginisiasi bantuan makanan bagi para pekerja yang mengalami penurunan penghasilan akibat penyebaran virus Corona. Sasaran bantuan meliputi tukang becak, pedagang pasar, hingga pemungut sampah.

Koordinator Dapur Gamping Solidaritas Pangan Jogja, Muhammad Taufiq Firdaus, mengatakan pekerja informal tidak bisa membawa pekerjaan mereka di rumah dan menggantungkan pemasukannya dari orang-orang yang keluar rumah. Pandemi yang disusul seruan agar masyarakat tetap di rumah demi memutus rantai penyebaran Covid-19 pun membuat mereka terpukul. “Tukang becak tidak menemukan penumpang, pasar-pasar juga cenderung sepi,” ujarnya, Minggu (29/3/2020).

Solidaritas Pangan Jogja saat ini memiliki tiga dapur utama, yakni Dapur Pasar Gamping, Sleman; Dapur Prawirotaman, Kota Jogja; dan Dapur Sayegan, Sleman. Masing-masing dapur digerakkan oleh sekitar 25 sukarelawan yang terdiri dari dua tim, yakni tim logistik atau juru masak dan tim distribusi.

Saat menjalankan kegiatan baik di dapur maupun pendistribusian makanan, Solidaritas Pangan Jogja menerapkan protokol pencegahan Covid-19, yaitu tidak berkerumun, membatasi tim dapur hanya beberapa orang, serta menggunakan hand sanitizer, sarung tangan, dan masker.

Lokasi yang dijadikan dapur pun harus memenuhi kritetria tertentu, harus bersih, cukup luas, dan disemprot disinfektan. Solidaritas ini digerakkan aktivis hak asasi manusia, aktivis anti-kekerasan terhadap perempuan, aktivis lingkungan, mahasiswa, dan jurnalis. Mereka mulai mendistribusikan makanan sejak Jumat (27/3/2020). Dapur Pasar Gamping, selama tiga hari sudah mendistribusikan 300 bungkus kepada pekerja informal di Pasar Gamping, sekitar Pabrik Gula Madukismo, dan Bugisan.

Solidaritas Pangan Jogja menggalang pendanaan dari berbagai kalangan, khususnya masyarakat yang bekerja mapan dan tetap produktif di masa pandemi ini. “Donasi bisa berupa uang atau barang. Kemarin ada dosen Atmajaya menyumbang beras 25 kilogram,” ujar Firdaus, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

“Di satu sisi kita tetap harus menekan penyebaran Covid-19, tetapi di sisi lain kami juga tidak melupakan aspek kemanusiaan. Saat ini pekerja informal harus tetap bekerja di luar, sementara pemerintah belum memiliki kebijakan untuk menjamin kebutuhan mereka.”