UPDATE CORONA: Jumlah ODP di DIY Hampir Menembus 2.000, Masyarakat Perlu Waspada

Tangkapan layar peta Sebaran Kasus Covid di DIY versi Pemda DIY. (corona.jogjaprov.go.id)
30 Maret 2020 20:57 WIB Bhekti Suryani Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) di wilayah DIY terkait dengan Covid-19 terus bertambah dan kekinian mencapai 1.961 orang atau hampir mencapai 2.000 orang.

Ribuan ODP itu tersebar di seluruh wilayah di DIY.

Data tersebut diperbarui oleh laman resmi penanganan Covid-19 di DIY https://corona.jogjaprov.go.id/, Senin (30/3/2020), pukul 20.00 WIB.

Adapun jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 197 orang (termasuk PDP warga luar DIY yang dirawat di DIY). Adapun PDP khusus warga dIY tercatat sejumlah 174, sebanyak enam di antaranya meninggal dunia.

Pasien positif sebanyak 19 orang, tiga meninggal dunia, satu pasien sembuh dan 15 kini dirawat di sejumlah rumah sakit di DIY.

Berikut data sebaran ODP, PDP dan pasien positif di DIY merujuk laman resmi https://corona.jogjaprov.go.id/, Senin (30/3/2020) pukul 20.00 WIB:

Kota Jogja
ODP: 308
PDP: 33
Positif: 4

Sleman
ODP: 528
PDP: 40
Positif: 8

Kulonprogo
ODP: 163
PDP: 7
Positif: 1

Gunungkidul
ODP: 582
PDP: 14
Positif: 1

Bantul
ODP: 374
PDP: 57
Positif: 3

Non DIY
ODP: 6
PDP: 23
Positif: 2

Sebagai catatan, ODP merupakan pasien yang dipulangkan untuk dipantau kesehatannya selama 14 hari oleh Puskesmas atau fasilitas kesehatan di wilayah domisili.

Termasuk dalam kategori ODP yakni orang yang mengalami gejala demam lebih dari 38 derajat celcius, ada riwayat demam atau ISPA tanpa pneumonia, dan memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit atau wilayah yang terjadi kejadian luar biasa Covid-19 pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

Adapun PDP adalah pasien yang dirujuk ke RS Rujukan Covid-19 untuk mendapatkan perawatan dan tes swab tenggorokan untuk memastikan positif atau negatif Sars Cov-2, virus penyebab Covid-19.

Syarat PDP yakni orang mengalami gejala demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius atau ada riwayat demam, ISPA, pneumonia ringan hingga berat. Selain itu, pasien juga memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif virus corona.