Butuh Sumbangan APD Hadapi Corona, IDI Bantul Buka Posko

Foto ilustrasi: Penanganan pasien virus Corona. - Reuters
31 Maret 2020 16:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Ketua Ikatan Dokter (IDI) Bantul, Sagiran, menyatakan tenaga medis di Bantul sangat membutuhkan alat pelindung diri (APD) untuk menangani pasien yang diduga mengarah ke Covid-19.

Ia memaparkan saat ini jumlah anggota IDI di Bantul sebanyak 726 orang.

Dari jumlah tersebut yang praktik mandiri sebanyak 281 orang, praktik di rumah sakit 375 orang, di puskesmas 88 orang, dan yang praktik di luar bantul ada 94 orang.

Terdapat 74 titik baik rumah sakit maupun tempat praktik yang membutuhkan APD, seperti masker, penutup wajah, gamis, sarung tangan, pelindung kaki, dan penutup kepala, serta coverall.

IDI juga sudah mendirikan posko kemanusiaan di depan RS Nur Hidayah bagi yang mau menyumbangkan APD dari pihak manapun. APD tersebut nantinya akan didistribusikan ke rumah sakit dan tempat praktek dokter untuk menangani pasien yang mengarah pada Covid-19.

Ia memastikan sampai saat ini tidak ada dokter dari anggota IDI yang menolak pasien Covid-19 tanpa membedakan rumah sakit rujukan dan bukan rumah sakit rujukan. “Jangan lagi mengatakan itu rumah sakit apa, pasiennya siapa. Tidak. Bahkan situasi saat ini seluruh pasien yang datang harus mencari pengobatan bisa jadi telah membawa virus [Covid-19] tidak tahu, karena semua sudah banyak pasien yang terpapar tetapi tidak menimbulkan gejala padahal dia positif,” katanya, Selasa (31/3/2020).