Daop 6 Yogyakarta Tambah Jumlah Pembatalan Kereta, Jadi 126 Trip

Kondisi lengang di dalam gerbong KA Prameks tujuan Solo - Jogja, Sabtu (21/3/2020). - Solopos/Farida Trisnaningtyas
01 April 2020 11:27 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta menambah jumlah pembatalan perjalanan kereta api. Jika sebelumnya 122 perjalanan dibatalkan setiap harinya, kini bertambah empat menjadi 126 trip. Pembatalan berlaku untuk kereta yang diberangkatkan dari wilayah kerja Daop 6 maupun kereta yang melintas.

“Tambahan empat pembatalan perjalanan kereta api tersebut berlaku mulai 8-30 April. Sedangkan 122 perjalananyang dibatalkan berlaku sejak hari ini hingga 30 April,” kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta Eko Budiyanto di Jogja, Rabu (1/4/2020). 

Sebanyak 122 perjalanan kereta api yang dibatalkan sepanjang April terdiri dari 24 perjalanan kereta bandara yang melayani rute dari Jogja menuju Yogyakarta International Airport (YIA) dan 46 perjalanan menuju Bandara Adi Sumarmo di Solo, Jawa Tengah.

Selain itu, kereta jarak jauh yang dibatalkan adalah kereta menuju ke arah Surabaya, Malang, dan Banyuwangi serta kereta ke arah Jakarta dan Bandung dengan total 52 perjalanan.

Sedangkan tambahan empat perjalanan kereta api yang dibatalkan mulai 8 April adalah Bangunkarta dengan rute Surabaya Gubeng-Gambir, serta Malioboro Ekspres rute Jogja-Malang.

“Tujuannya adalah mendukung upaya pemerintah mengatasi penyebaran Covid-19, serta kebutuhan efisiensi operasional karena memang jumlah penumpang kereta berkurang cukup banyak,” katanya.

Eko menyebut, rata-rata ada sekitar 30.000 penumpang per hari yang dilayani kereta api di wilayah kerja PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta, namun jumlah penumpang berangsur berkurang bahkan tersisa kurang dari 20% pada akhir Maret.

Akibat pembatalan perjalanan kereta tersebut, Eko mengatakan, penumpang yang sudah membeli tiket bisa melakukan pembatalan tiket dengan pengembalian 100 persen. Pengembalian secara utuh tersebut berlaku untuk keberangkatan 23 Maret hingga 29 Mei.

“PT KAI adalah BUMN dan harus mendukung upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran virus Corona. Kami tidak hanya mementingkan profit semata dan harapannya, wabah ini bisa segera diatasi,” katanya.

Sedangkan untuk kereta yang berstatus penugasan dari pemerintah, seperti kereta komuter Prambanan Ekspres masih beroperasi setiap hari.

“Dan untuk kereta jarak jauh, masih ada beberapa yang beroperasi. Misalnya Bima untuk penumpang menuju Jakarta. Kami tetap terapkan pembatasan jarak antar penumpang di dalam gerbong,” katanya.

Sumber : Antara