DIY Siapkan Rp26 Miliar Hadapi Covid-19, Ini Peruntukannya

Ilustrasi dana atau anggaran. - JIBI
01 April 2020 20:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY dan DPRD DIY mulai membahas redesain APBD DIY 2020 untuk dilaihkan terkait kebutuhan penanganan Covid-19. Sebanyak Rp26 miliar disiapkan untuk penanganan pada empat bidang.

Wakil Ketua DPRD DIY Suharwanta menjelaskan, dari hasil pemaparan eksekutif diketahui kebutuhan anggaran penanganan Covid-19 sebanyak Rp26 miliar untuk empat bidang. Terdiri atas bidang kesehatan sebanyak Rp23,3 miliar, pendidikan Rp399,7 juta, komunikasi dan informasi Rp733,7 juta dan sekretariat Rp2,4 miliar. Khusus untuk bidang ekonomi belum ada rincian karena saat ini masih dalam proses penghitungan.

“Sebelumnya melalui APBD 2020 sudah memeiliki dana tak terduga sekitar Rp14 miliar, kekurangannya akan diambilkan melalui redesain APBD. Prinsipnya kami mendukung redesain ini agar penanganan Covid-19 bisa dilakukan dengan cepat,” katanya di DPRD DIY, Rabu (1/4/2020).

Ia menambahkan anggaran terbesar akan dialokasi untuk bidang kesehatan karena dinilai mendesak berbagai kebutuhan seperti alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis. Selain itu kebutuhan lain berupa alat kesehatan seperti ventilator. “Sehingga rumah sakit rujukan ini bisa mendapatkan tambahan fasilitas alat kesehatan dan penanganan bisa dilakukan lebih maksimal,” katanya.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengapresiasi DPRD DIY yang telah memberikan dukungan dalam upaya penganggaran penanganan Covid-19. Sebanyak Rp26 miliar itu akan dicairkan dalam dua tahapan, yang pertama akan dicairkan sebesar Rp9,2 miliar. Dengan rincian bidang kesehatan Rp5,6 miliar, pendidikan Rp399,7 juta, komunikasi dan informasi Rp733,7 juta dan secretariat Rp2,4 miliar.

“Prinsipnya DPRD [DIY] sudah mendukung kalau ada redesain, realokasi dalam rangka penanganan Covid-19. Itu rencana kami Rp26 miliar, prinsipnya dewan tidak keberdatan. Tidak dibatasi waktunya keseluruhan, tetapi kalau keperluannya disinfektan tentu untuk dua bulan, kalau kaitan penyediaan alat di RS dipakai terus, kami buat bertahap,” katanya.