Terdampak Corona, Jumlah Penumpang Bus AKAP Kian Menurun

Suasana di Terminal Dhaksinarga, Selang, Wonosari, Selasa (31/3/2020). - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
01 April 2020 22:27 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejak mewabahnya virus Corona (Covid-19), jumlah penumpang transportasi umum khususnya bus antarkota antarprovinsi (AKAP) kian hari makin menurun. Hal itu terlihat di dua terminal di Gunungkidul yakni Terminal Dhaksinarga Selang, dan Terminal Semin. Penurunan jumlah penumpang terjadi sejak Rabu (25/3/2020), baik untuk penumpang keberangkatan maupun kedatangan.

"Jumlah penumpang angkutan umum terus berkurang," kata Kasi Dalops Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul, Bayu Susilo Aji, kepada Harian Jogja, Rabu (1/4/2020).

Dishub Gunungkidul mencatat tingkat kedatangan dan keberangkatan di Terminal Dhaksinarga turun sejak 25 Maret. Hingga 31 Maret, tersisa 10 bus yang masuk dan menurunkan enam orang penumpang. Untuk keberangkatan, tercatat hanya ada sembilan bus yang berangkat dan 23 penumpang.

Kondisi yang sama juga terjadi di Terminal Semin. Hingga 31 Maret, tersisa delapan unit bus AKAP yang masuk dan menurunkan 31 penumpang, sedangkan untuk keberangkatan ada enam bus dengan lima penumpang. "Kian hari kian sepi," katanya.

Ada beberapa faktor yang membuat penurunan penggunaan bus AKAP, di antaranya munculnya ketakutan warga tertular virus Corona saat menggunakan angkutan umum, hingga adanya kesadaran warga untuk tidak melakukan perjalanan dalam masa pandemi Covid-19. "Warga lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi atau carteran," ujarnya.

Selain itu, penurunan jumlah penumpang terjadi akibat adanya kebijakan dari beberapa daerah yang melarang bus antarkota masuk ke wilayahnya, serta penghentian operasional sejumlah perusahaan angkutan umum.

Untuk mencegah penyebaran virus Corona, Dishub membuat surat edaran yang mewajibkan semua bus AKAP menurunkan penumpang di terminal.

Kepala Dishub Gunungkidul, Wahyu Nugroho, mengungkapkan kebijakan tersebut dibuat guna kemaslahatan bersama. Pihaknya pun telah menindak lanjuti imbauan tersebut melalui surat edara yang diberikan kepada para pemilik perusahaan angkutan.

"Kami sudah membuat surat edaran meminta semua bus AKAP menurukan penumpang di terminal," katanya.