Stok Darah PMI Sleman Menipis, Saatnya Warga Peduli Kemanusiaan

Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad (dua kiri) didampingi Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo (kiri) melihat donor darah menyambut HUT ke-57 Bank BPD DIY di Jogja City Mall, Sleman, Selasa (13/11). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
04 April 2020 04:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Meskipun beberapa kali melakukan aksi donor darah, ketersediaan kantong darah di wilayah Sleman masih belum mencukupi. Masyarakat diajak untuk terus melakukan aksi donor darah sesuai protokol penanganan Covid-19.

Berdasarkan data PMI Sleman, stok darah yang dikelola saat ini memang mengalami peningkatan dibandingkan pekan lalu. Pekan lalu stok kantong darah total tinggal 17 kantong dan saat ini meningkat menjadi 49 kantong.

Rinciannya, untuk golongan darah A sebanyak 12 kantong, golongan darah B hanya tersisa 1 kantong, golongan darah AB tinggal 5 kantong dan golongan darah O masih sebanyak 21 kantong. Adapun ketersediaan kantong trombosit (TC) sangat mengkhawatirkan. Untuk TC gol A dan B hanya tersisa masing-masing 3 kantong, untuk TC AB kosong dan TC O tinggal 1 kantong.

Ketua PMI Sleman Sunartono mengatakan stok darah di Sleman cenderung menurun seiring status pandemi virus Corona atau Covid-19 melanda masyarakat. PMI terus mengedukasi warga untuk tetap mendonorkan darahnya sesuai protokol penanganan virus Corona.

"Untuk memenuhi kebutuhan darah masyarakat ditengah-tengah ancaman pandemi Covid-19, petugas kami terus mencari donor dengan sejumlah langkah dan strategi," kata Sunartono menjawab pertanyaan Harianjogja.com, Jumat (3/4/2020).

Strategi yang dia maksud, selain mendatangi lokasi pendonor tetap/sukarela petugas juga mendatangi sejumlah instansi pemerintahan. Tidak hanya di OPD-OPD di lingkungan Pemkab, tetapi juga di instansi BUMD seperti PDAM dan Bank Sleman. Termasuk instansi vertikal yang ada di wilayah Sleman.

"Kami juga mendatangi desa-desa untuk berburu darah. Jika terpaksa tidak ada stok atau ketersediaan stok darah minim, maka mendorong keluarga pasien untuk mencari donor pengganti," kata Sunartono.

Dia menjelaskan, kebutuhan kantong darah di Sleman rata-rata setiap antara 50-75 kantong. Kenyataannya stok darah yang ada jauh di bawah kebutuhan rata-rata masyarakat. Memang, kata Tono, virus Corona berbahaya tetapi yang tidak kalah berbahaya adalah penyakit lainnya seperti Demam Berdarah Dengue.

"Kami akan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa donor darah yang dilakukan tidak akan tertular virus Corona. Kami tetap berpedoman pada protokol Covid-19," katanya.

Pj Sekretaris Daerah Sleman Hardo Kiswoyo mengatakan Pemkab terus mendorong aksi donor darah melalui ODP hingga Desa mengingat turunnya partisipasi masyarakat karena pandemi Covid-19. "Kami berharap rekan-rekan semua bisa melakukan donor darah dalam rangka kemanusiaan," katanya.

Dia berharap dengan banyaknya aksi donor darah yang melibatkan pegawai dan karyawan di lingkungan pemerintahan bisa membuka mata hati masyarakat untuk mendonorkan darah sebagai bentuk rasa kepedulian sesama. "Kalau ini massif dilakukan insyaallah stok darah terpenuhi sehingga menjamin rasa aman kebutuhan darah," katanya.