Curah Hujan Tinggi, Petani Melon Merugi

Ilustrasi panen melon - Dokumen
07 April 2020 23:12 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hujan yang masih terus turun dengan intensitas tinggi berdampak pada hasil produksi tanaman hortikultura. Di Kecamatan Playen, petani melon merugi lantaran gagal panen menyusul tingginya curah hujan.

Salah seorang petani melon di Desa Playen, Kecamatan Playen, Karman, 45, mengungkapkan tanaman melon miliknya tak bisa berkembang maksimal. Hasil panen juga memprihatinkan lantaran banyak buah yang busuk.

"Dari luasan lahan 4.500 meter persegi yang saya ditanami buah melon hanya sekitar 50 persen saja yang bisa dipanen, itupun kualitasnya kurang bagus," kata Karman saat ditemui Harian Jogja di ladang miliknya, Selasa (7/4/2020).

Karman menjelaskan lahan tersebut merupakan lahan sewaan. Sebagai petani, menyewa lahan untuk bertani merupakan pilihan, sayangnya pilihan tersebut terasa pahit lantaran hasil panen yang tak sesuai harapan. "Mau bagaimana lagi sudah risiko. Baru kali ini saya gagal panen melon," katanya.

Dia juga mengaku harus memutar otak untuk menjual seluruh melon hasil panen lantaran kualitasnya yang kurang baik. Dia terpaksa menjual hingga wilayah Jawa Barat. "Saya kirim ke Jawa Barat, semoga harganya baik," ujarnya.

Dengan kualitas yang kurang baik ditambah pandemi Corona yang tengah melanda, Karman mengaku tidak bisa berharap banyak terhadap hasil penjualan buah melon. "Harga di pasaran pasti jatuh karena kualitas kurang baik dan ditambah sepinya pembeli sebagai dampak penyebaran Corona," ujar Karman. Meski saat ini merugi, Karman berharap cuaca segera membaik khususnya untuk masa tanam selanjutnya.