Sempat Melesat di Kualifikasi Moto3 Junior, Ramadhipa Raih 9 Poin
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Ilustrasi/freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Bantul hanya diberi sedikit alat rapid test Corona oleh Pemerintah Pusat. Pemerintah Kabupaten Bantul kemudian menyiasati keterbatasan itu dengan membeli alat rapid test dari sebuah perusahaan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, mengatakan rapid test sudah bisa dilakukan di sejumlah puskesmas, tetapi sifatnya terbatas karena ketersediaan rapid test juga terbatas. Bantul mendapatkan bantuan rapid test dari Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan DIY sebanyak 650.
Jumlah tersebut hanya bisa menyasar sebanyak 325 orang karena satu orang membutuhkan dua kali uji antibodi melalui alat tersebut supaya mendapatkan hasil maksimal. “Sudah kami terapkan di beberapa puskesmas,” kata Oky, Rabu (8/4/2020).
Sementara, ada ribuan orang di Bantul yang berpotensi terpapar virus, misalnya dari kelompok pemudik. Berdasarkan dari data yang masuk Dinas Kesehatan, ada sekitar 1.535 orang yang datang ke Bantul dari perantauan dan masuk dalam pengawasan.
Dinas Kesehatan Bantul mendahulukan rapid test terhadap orang yang memiliki gejala mengarah pada Covid-19 dan pernah bersinggungan langsung dengan pasien yang sudah dinyatakan positif Covid-19 maupun pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo mengatakan saat ini pengambilan sampel swab hanya bisa dilakukan oleh rumah sakit rujukan Covid. Sampel tersebut diperiksa di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) DIY.
Ia mengakui rapid test sangat dibutuhkan. Dinas Kesehatan Bantul tidak hanya mengandalkan bantuan dari Pemerintah Pusat, tetapi juga melakukan pengadaan mandiri. Sebanyak 1.200 alat rapid test yang dipesan ke sebuah perusahaan hingga kini belum datang, “Kemungkinan baru datang dalam satu sampai dua pekan ke depan,” kata dia.
Rapid test tersebut, kata Agus, nantinya tidak hanya diperuntukan bagi pasien yang memiliki gejala dan pernah bersinggungan dengan pasien positif Covid-19, tetapi juga diperluas sampai pendatang atau pemudik yang baru datang dari wilayah yang terjangkit Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Ombudsman menemukan dugaan kluster mewah di Lapas Cibinong, lengkap dengan fasilitas khusus. Pihak Ditjenpas masih melakukan pendalaman.
Kementerian PU mendapat anggaran 2027 Rp114,59 triliun. Konektivitas jalan dan jembatan menjadi sektor dengan alokasi terbesar.
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Sepekan dikelola KAI Commuter, KA Bandara YIA melayani hingga 8.000 penumpang per hari saat akhir pekan dengan 50 perjalanan.
Volume sampah Sleman mencapai 15.429 ton hingga pertengahan September 2026. DLH mewaspadai risiko kebakaran saat musim kemarau.