Pedro Acosta Tercepat di Catalunya, Tes MotoGP Dihentikan Hujan
Pedro Acosta tercepat di tes MotoGP Catalunya 2026. Sesi kedua dibatalkan karena hujan, Jorge Martin mengalami crash.
Ilustrasi. /freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab Sleman mengalokasikan anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp105 miliar. Anggaran tersebut paling banyak digunakan untuk bidang kesehatan.
Penjabat Sekda Sleman Hardo Kiswoyo mengatakan Pemkab melakukan pencermatan APBD Sleman untuk dialokasikan khusus penanganan Covid-19. Dari hasil pencermatan yang dilakukan Pemkab mengalokasikan Rp105 miliar untuk penanganan pandemi Covid-19.
"Anggaran Rp105 miliar ini disediakan untuk pengendalian dan penanganan Covid 19, dengan alokasi terbesar untuk bidang kesehatan. Saat ini sudah terealisasi Rp80 miliar. Paling banyak untuk penyediaan APD dan penyemprotan disinfektan," katanya, Selasa (7/4).
Dana pengendalian dan penanganan Covid-19, juga diperuntukkan untuk alokasi jaring pengaman sosial. Adapun dana pemberdayaan ekonomi masyarakat terdampak masih belum termasuk dalam dana tersebut. "Untuk masalah pemberdayaan dan pemulihan ekonomi secara umum dalam bentuk program masih dirumuskan kebijakannya," katanya.
Berdasarkan dana alokasi pencegahan Covid-19 yang disiapkan sebesar Rp105 miliar tersebut termasuk dana cadangan sebesar Rp25 miliar yang difokuskan untuk BPBD, Dinsos, Dinkes, dan RSUD. Biaya tak terduga (BTT) milik Dinkes Sleman sebesar Rp1,4 miliar juga masuk dalam alokasi tersebut. Pemkab juga menganggarkan Rp10 miliar untuk insentif 400 paramedis selama enam bulan penanganan Covid-19.
Selain itu, RSUD Sleman mendapatkan alokasi dana Rp52,8 miliar untuk pembelian obat-obatan, APD dan penyemprotan disinfektan sementara RSUD Prambanan mendapat alokasi Rp1 miliar untuk APD dan penyemprotan disinfektan. Adapun dana jaminan hidup yang disiapkan Pemkab sebesar Rp7,5 miliar.
Hardo menyebutkan pencermatan dan optimalisasi anggaran dilakukan dengan tetap memperhatikan keseimbangan APBD. Anggaran pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat misalnya tetap dilanjutkan. Dalam hal penanganan Covid-19, Pemkab beberapa kali sudah mengeluarkan kebijakan untuk relaksasi seperti penghapusan pajak hotel dan pajak restoran.
"Kami juga bisa memberikan semacam relaksasi entah pajak, pembayaran PDAM dan lainnya," katanya.
Bupati Sri Purnomo mengatakan Pemkab sudah memutuskan untuk tetap konsentrasi menangani kasus Covid-19. Konsekuensinya anggaran di masing-masing OPD dikoreksi untuk fokus membantu penanganan Covid-19. "Jadi semua anggaran OPD yang tidak penting dipangkas. Termasuk rangkaian kegiatan HUT Pemkab Sleman ke 104, banyak yang kami pangkas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pedro Acosta tercepat di tes MotoGP Catalunya 2026. Sesi kedua dibatalkan karena hujan, Jorge Martin mengalami crash.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.