TPST Piyungan Ditutup, Warga Timbun Sampah Sendiri

Pembuangan sampah di TPST Piyungan, Bantul, Jumat (29/3/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
09 April 2020 17:07 WIB Newswire Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Masyarakat mulai merasakan dampak penutupan Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Piyungan, Bantul. Seperti yang dirasakan warga Kampung Pengok, Kelurahan Demangan, Kecamatan Gondokusuman, Kota Jogja.

"Warga akhirnya menimbun [sampah] sendiri. Karena TPS Kampung Pengok juga ditutup, warga atau masyarakat yang melintas dilarang buang sampah dahulu," kata Subekti, 66, saat ditemui SuaraJogja.id, Kamis (9/4/2020).

Subekti sempat mengeluh karena petugas pengangkut sampah tak kunjung mengambil sampah di rumah warga.

"Setelah kami bertanya alasan kepada petugas, memang di TPST Piyungan sedang ditutup. Akhirnya TPS yang ada di lingkungan warga juga ditutup," tambahnya.

Subekti mengaku khawatir, jika penutupan TPS tersebut akan mengulang kejadian seperti tahun lalu. Kala itu, sampah warga menumpuk dan tidak terurus karena lama tidak diangkut.

"Kami juga berupaya agar sampah ini tidak menjadi persoalan di sekitar lingkungan. Maka jika memang ditutup sementara saja, jangan terlalu lama," harapnya.

Berbeda dengan Subekti, seorang warga lainnya, Sunanto, 45, masih bisa membuang sampah ke TPS tidak jauh dari Stadion Mandala Krida. Hal itu menyusul tidak ada petugas pengangkut sampah yang beroperasi mengambil sampah di rumahnya.

"Karena sampah cukup banyak tertimbun di rumah, saya inisiatif membuang sampah sendiri ke TPS. Jika tak segera dibuang akan menimbulkan bau tak sedap," jelas dia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Suyana menuturkan bahwa saat ini pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk menimbun sampah rumah tangga di masing-masing rumah terlebih dulu.

"Petugas [pengangkut sampah] sudah kami beritahu dulu untuk tidak mengambil sampah. Kami meminta tolong kepada warga untuk menyimpan dahulu sampahnya, dikemas yang bagus hingga kembali normal," tuturnya.

Suyana belum bisa memastikan sampai kapan petugas diminta tidak mengambil sampah di rumah warga. Namun koordinator dan petugas TPS saat ini sudah diperintahkan untuk mengantisipasi ketika hal ini berlangsung lama.

"Faktor ketidakpastiannya kan ada, petugas TPS biasanya yang lebih valid. Kami hanya memerintahkan, tolong ini (masalah sampah) ditata. Hanya ada informasi penutupan TPST [Piyungan] itu berlangsung selama tiga hari, tapi harapannya tidak selama itu," kata dia.

Jika sampah memang menumpuk dan menimbulkan bau, pihaknya akan menyemprot bahan pengurai bau dan juga menutupi sampah. Hal itu dilakukan di seluruh TPS di Jogja jika tempat pembuangan akhir tak segera dibuka kembali.

Sumber : Suara.com