RRI Ajak Siswa Belajar Lewat Radio

Kepala LPP RRI Jogja, Redno Dessy Swasri. - Harian Jogja/ Salsabila Annisa Azmi
11 April 2020 20:27 WIB Putri Salsabila Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pembatasan aktivitas di luar rumah selama masa tanggap darurat Covid-19 membuat siswa harus melakukan kegiatan belajar di rumah.

Mendukung terciptanya ketaatan social distancing tersebut, Radio Republik Indonesia (RRI) sebagai Radio Tanggap Bencana Covid-19 menggandeng beberapa sekolah dalam program Ibu Pertiwi Memanggil. Tujuannya untuk menyelenggarakan proses pembelajaran melalui siaran radio.

Kepala Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Yogyakarta, Redno Dessy Swasri, mengatakan beberapa SMA dan SMK negeri maupun swasta di Kota Jogja juga sudah bergabung dalam program ini sejak Maret lalu. Melalui program ini, guru-guru dari sekolah-sekolah itu membahas materi sesuai mata pelajaran yang mereka ajarkan ke para siswa di sekolah masing-masing.

Para guru yang bertugas dalam program Ibu Pertiwi Memanggil akan mengisi jadwal siaran mulai pukul 10.00 WIB hingga 11.00 WIB setiap hari Senin hingga Jumat. Pada hari Sabtu, RRI Jogja menghadirkan pembicara dari Lembaga Pendidikan untuk membahas topik di luar mata pelajaran inti. Misalnya character building, keterampilan membuat kue, keterampilan otomotif, hingga sosialisasi cinta bahasa Jawa.

“Tentunya karena sedang social distancing, mereka menjadi narasumber di RRI Jogja melalui sambungan telepon. Di dalam program itu kami menyediakan ruang diskusi yang interaktif antara guru dengan siswa yang menjadi pemirsa,” kata Redno, Kamis (9/4/2020).

Sebelum sang guru melakukan siaran mata pelajaran, sebelumnya guru sudah memberitahu para siswa terkait jadwal siaran pembelajaran di saluran 102.5 FM RRI Jogja. Redno menjelaskan, hal itu bertujuan agar para siswa dapat mempersiapkan pertanyaan yang dapat mereka ajukan ke guru mereka melalui sambungan telepon atau whatsapp chat.

“Setelah gurunya selesai menyampaikan materi itu ternyata yang telepon banyak sekali untuk bertanya. Mungkin karena belajar di radio itu hal baru buat mereka, animonya jadi tinggi. Dan yang bertanya itu tidak harus siswa yang diajari oleh guru yang siaran, siswa lain dari sekolah mana pun bebas bertanya juga,” kata Redno.

Bagi siswa yang ketinggalan siaran, Redno mengatakan RRI juga sudah meluncurkan aplikasi resmi bernama RRIplay Go yang bisa diunduh di Google Playstore. Di sana materi pembelajaran live streaming bisa diakses kapan saja dan di mana saja. Para siswa juga bisa mengakses materi edukasi Covid-19 yang sedang disiarkan RRI dari seluruh wilayah yang ada di Indonesia.

Melalui RRIplay Go, pemirsa juga dapat mendengar, membaca, sekaligus menyaksikan seluruh wajah RRI dalam beragam pilihan seperti National Network (P3), Voice of Indonesia, Channel 5, RRI 30detik, RRI Radio dari Pro1, Pro2, Pro3 dan Pro4 beserta siaran seluruh stasiun di Indonesia, RRI Net 'Tonton yang Anda Dengar', RRI Online atau rri.co.id, Be Young, RRI Magz, dan Editorial. Redno mengatakan program-program ini digagas oleh RRI Radio Pro 1, Pro 2, Pro 3 dan Pro 4. Semua program ini wajib dijalankan selama masa pandemi Covid-19 untuk mendukung social distancing.

“Antusiasmenya sangat tinggi, paling tinggi untuk pembelajaran Bahasa Jawa. Kalau untuk aplikasi, downloadernya juga tiap hari bertambah. Mungkin karena anak-anak bosan di rumah terus, dan kalau pakai aplikasi asal internetnya cepat kan lancar,” kata Redno.

Antusiasme siswa yang tinggi itu juga dirasakan oleh Guru Bahasa Jawa SMK Negeri 1 Jogja, Irkhamudin. Irkhamudin mengisi jadwal pembelajaran Cinta Bahasa Jawa. Sebelum siaran materi pembelajaran bahasa Jawa di RRI Jogja, para siswanya sudah banyak bertanya soal proses pembelajaran di radio dan antusias menyiapkan pertanyaan.

“Saya siaran baru hari ini dan tadi sudah dirubung pertanyaan oleh mereka di radio. Ternyata memang beda saat saya mengajar hanya di group chat whatsapp dengan saya mengajar di radio. Belajar di radio membuat siswa lebih mau memperhatikan. Ini juga hal baru buat mereka, jadi mereka semangat sekali mengikutinya,” kata Irkhamudin.

Menurut Irkhamudin, selain interaktif, program Ibu Pertiwi Memanggil juga menyediakan banyak lagu masa kini yang para siswa gemari, sehingga saat jeda pembelajaran, perhatian mereka tetap fokus pada radio. Lebih jauh, dia berharap agar program ini dapat terus berjalan selama masa social distancing.