Data Sementara Rapid Test di DIY, 12 Positif Covid-19 dan 478 Negatif

Foto ilustrasi. - Reuters
12 April 2020 07:27 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Pemeriksaan awal untuk penyaringan terduga Covid-19 menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) terus dilakukan di DIY. Data sementara menunjukkan adanya 12 positif dari total pemeriksaan 490 menggunakan RDT di sejumlah rumah sakit.

Wakil Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Biwara Yuswantana menjelaskan pemeriksaan menggunakan rapid test masih berlangsung sehingga belum semua rumah sakit melaporkan. Menurutnya berdasarkan data yang masuk ke Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 baru 12 rumah sakit yang telah melaporkan pelaksanaan rapid test.

Biwara menyatakan per Kamis (9/4/2020) lalu dilaporkan total 490 orang yang diperiksa menggunakan rapid test. Hasilnya sebanyak 12 positif dan 478 negatif. "Per 9 April yang sudah melaporkan masuk sebanyak 490, pada 12 rumah sakit. Hasilnya 12 positif dan 478 negatif," ungkapnya melalui sambungan telepon, Sabtu (11/4/2020) sore.

Ia menambahkan sesuai dengan ketentuan, maka pihak yang dinyatakan dengan hasil positif pada rapid test selanjutkan akan dilakukan pemeriksaan swab atau Polymerase Chain Reaction (PCR) yang ditangani laboratorium terkait. Hasil dari tes swab atau PCR itulah yang nanti akan menjadi acuan bahwa seorang pasien tersebut positif atau negatif.

"Terus dari yang positif akan dilanjutkan dengan swab PCR, bisa jadi hasilnya negatif atau positif. Tetapi data yang masuk sementara 490 dari 12 rumah sakit," ucapnya.

Pihaknya belum mendapatkan data yang detail terkait pihak yang hasilnya positif. Selain itu belum terdeteksi dari rumah sakit mana saja yang hasilnya positif. "Belum terdeteksi rumah sakit mana saja.
[Dari kalangan apa] Belum ada data yang masuk," katanya.

Ia mengatakan sampai saat ini DIY mendapatkan RDT dari BNPB maupun Kementerian Kesehatan sebanyak 20.400 RDT. Sebanyak 13.200 di antaranya telah disalurkan dengan prioritas pada tenaga media. "Untuk penyaluran sisa yang belum didistribusikan kami koordinasi dengan Dinkes," katanya.