Sempat Ditolak di Desa, Tiga Pemudik Dijemput dari Asrama Haji Jogja untuk Dikarantina Mandiri

Ilustrasi - Freepik
12 April 2020 17:27 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Total penghuni selter Asrama Haji Jogja yang difungsikan sebagai tempat karantina Covid-19 tinggal sembilan orang hingga Minggu (12/4/2020) sore. Sebelumnya selter ini dihuni 12 orang, tetapi tiga orang pemudik dijemput oleh Satgas Covid-19 untuk dikarantina mandiri di desanya masing-masing.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan tiga penghuni Asrama Haji dijemput oleh Satgas Covid-19 dari masing-masing desa. Salah satunya Sw, warga Jaban, Tridadi, Sleman dijemput oleh Satgas Covid-19 Jaban untuk dikarantina mandiri.

Sw sebelumnya baru menempati selter sejak Jumat (10/3) kemarin. Saat hendak masuk ke Jaban, Sw sempat ditolak. Alasannya ia pemudik dari Bima, NTB, yang harus menjalani masa karantina kemudian ditampung di selter Asrama Haji.

“Namun hari Minggu (12/4), dia dijemput gugus tugas Dusun Jaban untuk diisolasi mandiri. Sebelumnya ia berstatus sebagai OTG/PPAT [orang tanpa gejala/pelaku perjalanan area terdampak],” kata Makwan/

Sw dijempur oleh Satgas Covid-19 Jaban karena warga yang awalnya menolak berkenan menerima kembali setelah mendapatkan pemahaman tentang isolasi mandiri. “Ini bisa menjadi contoh. Kami siap edukasi warga yang selama ini menolak kedatangan pemudik dengan tetap isolasi mandiri,” katanya.

Selain Sw, dua orang OTG lainnya, yakni Mw, 48, perempuan, dan YP, 24, laki-laki. Keduannya dijemput oleh Satgas Covid-19 Kalitirto, Berbah. Keduanya sempat ditolak seusai pulang dari Bekasi. “Keduanya asal Kalitirto Berbah sudah dijemput satgas kecamatan dan desa. Saat ini penghuni asrama haji tinggal sembilan orang. Alhamdulillah edukasi isoladi mandiri sukses,” katanya.