Pemeriksaan Sampel Swab Covid-19 di Jogja Bakal Keluar Lebih Cepat

Petugas laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta tengah membongkar, memeriksa dan mendata sampel swab Covid-19 yang dikirim oleh berbagai rumah sakit di DIY-Jateng, Senin (13/4/2020), di laboratorium BBTKLPP di Jalan Imogiri Timur, Banguntapan, Bantul.-Harian Jogja - Bhekti Suryani.
13 April 2020 16:57 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Laporan hasil pemeriksaan sampel swab untuk kasus Covid-19 di DIY dalam waktu dekat akan semakin cepat dikeluarkan. Jumlah hasil pemeriksaan yang diumumkan diyakini juga akan semakin  banyak yang dilaporkan.

Hal itu disampaikan Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP)  Yogyakarta, Irene, Senin (13/4/2020).

Saat ini, kata dia, butuh waktu sepekan bagi jajarannya mengeluarkan hasil sampel kasus Covid-19 ke RS rujukan Covid-19 di DIY maupun Jawa Tengah yang mengirimkan sampel pasien terduga terinfeksi Covid-19. Baik sampel swab (nasofaring), sputum (dahak) maupun serum. Namun ke depan hasil pemeriksaan bakal keluar dalam waktu tiga hari.

“Tiga hari lah [hasil pemeriksaan dikeluarkan) kalau tidak ada penumpukan [sampel pemeriksaan],” kata Irene.

Selama ini, terjadi penumpukan sampel pemeriksaan di BBTKLPP, lantaran kiriman primer dari Pusat untuk keperluan pemeriksaan sempat tersendat. Akibatnya kini ada 400 sampel pemeriksaan yang masih mengantre diperiksa. Alhasil, tiap ada sampel yang masuk setiap hari, pihaknya bakal lebih dulu menyelesaikan pemeriksaan sampel yang lebih dulu datang. Padahal saat ini, setiap hari rata-rata masuk 150-200 sampel dari berbagai RS rujukan.

Pihaknya mengambil kebijakan membuka satu lagi ruangan laboratorium di BBTKLPP di lantai 14 untuk menambah kapasitas lab yang saat ini ada di lantai 15. Pembukaan ruangan baru itu diprioritaskan menyelesaikan tumpukan sampel pemeriksaan yang sudah lama. Selain itu, personel lab sejumlah 15 orang juga ditambah empat orang.

“Hari ini saja, kami sudah memeriksa sampel yang masuk tanggal sembilan [9/4/2020]. Kalau sampel lama sudah selesai, nanti tiap sampel masuk bisa langsung diperiksa. Selama ini sampel yang masuk tidak langsung kami periksa, kami meyelesaikan dulu yang lama agar tidak makin menumpuk,” kata dia.

Selain waktu pemeriksaan yang bakal lebih cepat, kemungkinan jumlah hasil pemeriksaan yang dikeluarkan juga bakal lebih banyak. Pasalnya saat ini, sudah ada dua laboratorium tambahan di DIY untuk menguji spesiemen Covid-19. Selain BBTKLPP, Pusat telah menyetujui dua lab di RSUP Dr Sardjito dan RSA UGM untuk berwenang memeriksa sampel swab pasien terduga Covid-19. Selain karena BBTKLPP sendiri sudah menambah ruang laboratorium serta personel. “Insyaallah ke depan [akan lebih banyak jumlah hasil pemeriksaan yang dikeluarkan dalam sehari],” katanya.

Irene juga menjelaskan, jumlah sampel dan kasus tak sama. Tiap 200 sampel yang masuk sehari, artinya berasal dari 100 pasien, sebab satu pasien disyaratkan dua sampel (sepasang). Selain itu, kata dia, tidak semua hasil pemeriksaan sampel yang dikeluarkan bakal menambah data yang diumumkan oleh Pemda DIY atau pun Jateng melalui Gugus Tugas Covid-19. Sebab sebagian dari sampel yang diperiksa bukan kasus baru melainkan evaluasi. “Evaluasi itu misalnya sampel yang dikirim adalah swab pasien yang sudah positif. Kan di-swab berkali-kali apakah masih positif atau sudah negatif,” jelas dia. Sejauh ini, kata dia, BBTKLPP maksimal pernah mengeluarkan hasil pemeriksaan 180 sampel atau 90 kasus dalam sehari, untuk DIY dan Jateng.