Ratusan Pemudik di Gunungkidul Sakit

Poster kampanye tidak mudik. - Istimewa
13 April 2020 16:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com—Sedikitnya 8.535 pemudik sudah pulang ke Gunungkidul dari perantauan hingga Senin (13/4/2020) siang. Ratusan dari mereka jatuh sakit dan diminta memeriksakan diri ke puskesmas.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan sesuai dengan standar pencegahan Covid-19, para pemudik diminta melakukan karantina secara mandiri selama 14 hari. Menurut dia, tidak semua pemudik sehat. Ada setidaknya 638 pemudik yang menunjukkan gejala sakit sehingga disarankan memeriksakan diri mereka ke puskesmas.

“Pantauan terus dilakukan. Total hingga sekarang sudah ada 2.939 pemudik yang aman karena telah melewati masa karantina selama 14 hari,” kata Kelik, kemarin.

Dia mengatakan ratusan pemudik sakit tidak serta merta menunjukkan gejala terinfeksi Corona. Pasalnya, SID hanya memantau kondisi para pemudik. Saat ada pemudik yang kurang sehat, mereka diminta ke puskesmas.

SID juga tidak memiliki kapasitas untuk menetapkan orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP). Pasalnya, penetepan tersebut kewenangan mutlak berada di dinas kesehatan. “Kami hanya bantu memantau,” kata Kelik.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan jawatannya belum bisa terkait pemudik yang masuk dalam ketegori ODP maupun PDP. Ia berdalih, laporan yang diterima di tingkat kabupaten tidak menyebutkan apakah orang tersebut sebagai pemudik atau tidak. “Puskesmas masing-masing mungkin bisa memisahkan, tapi untuk laporan ke kabupaten tidak dipisah-pisah apakan pemudik atau bukan,” katanya.