Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Sejumlah pedagang membersihkan Pasar Beringharjo, Jumat (20/3/2020). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Pandemi corona membuat pedagang pasar kehilangan banyak omzetnya. Untuk mendukung para pedagang agar tetap bertahan berjualan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menurunkan retribusi pasar hingga 75%.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, Yunanto Dwi Sutono, menjelaskan pengurangan distribusi diterapkan sejak Rabu (1/4/2020) lalu. "Sebagai dukungan kami kepada para pedagang," ujarnya, Senin (13/4/2020).
Ia menuturkan kebijakan ini sementara diterapkan selama dua bulan, dengan tetap melihat perkembangan situasi. Jika setelah Mei ternyata pandemi masih parah dan pedagang belum bisa optimal menjalankan usahanya maka pengurangan retribusi akan diperpanjang.
Adapun besaran pengurangan retribusi kata dia, berbeda-beda untuk setiap pedagang. Beberapa pertimbangan untuk menentukan besaran pengurangan diantaranya jenis dagangan, luas kios atau los dan tipe pasar. "Besaran pengurangan berkisar 25 sampai 75 persen," katanya.
Ia mengakui pada masa pandemi ini banyak pedagang yang memilih tutup. Untuk pedagang yang tutup ini pihaknya juga tetap mengenakan retribusi dengan pengurangan maksimal, yakni 75%.
Pihaknya memberlakukan keringanan retribusi bukannya menggratiskan, dengan pertimbangan agar para pedagang tetap berdagang secara sehat. "Kami dukung dengan penerapan protocol seperti penyemprotan disinfektan dan wastafel cuci tangan," ungkapnya.
Sebelumnya, Kabid Penaataan Pengembangan dan Pendapatan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, Gunawan Nugroho, untuk mendukung para pedagang ia juga menyiapkan sistem belanja online.
belanja online akan menggunakan berbagai media, mulai dari aplikasi, marketplace hingga whatsapp. "Kami telah melakukan komunikasi dengan sejumlah vendor, seperti Gojek, Tokopedia dan Titipku," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)