Bangunan PAUD di Kulonprogo Jadi Rumah Karantina

Rochmat Rismawan saat mengobrol dengan ibunya, Sakirah di gedung PAUD yang difungsikan sebagai tempat karantina bagi pemudik di Dusun Temonan, Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates, Selasa (14/4/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
14 April 2020 14:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Sebuah gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang terletak di Dusun Temonan, Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates disulap menjadi tempat karantina bagi para pemudik yang pulang ke dusun tersebut. Pengalihfungsian bangunan tersebut merupakan inisiatif warga Dusun Temonan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona penyebab Covid-19 di lingkungan dusun.

Salah satu Relawan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dusun Temonan, Sarwono mengatakan penyediaan tempat karantina ini murni inisiatif warga Temonan untuk membantu program pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, yang berpotensi dibawa oleh pemudik. Bagi pemudik yang hendak pulang ke Temonan diberi dua pilihan yakni melakukan karantina mandiri di rumah atau karantina di gedung tersebut.

"Kalau yang karantina mandiri di rumah silahkan saja, dengan catatan seluruh anggota keluarga tidak boleh keluar dari rumah dan harus punya dua kamar mandi [Masing-masing untuk pemudik dan keluarga] kalau yang di sini [gedung PAUD] sudah kita sediakan semua," ujar Sarwono, saat ditemui awak media di gedung PAUD tempat karantina, Dusun Temonan, Selasa (14/4/2020).

Bangunan tempat karantina ini memanfaatkan gedung PAUD Kelompok Bermain Dewi Ratih, yang masuk wilayah RT 01/ RW 01, Temonan. Gedung tersebut dipilih karena sejak pandemi Corona, aktivitas belajar mengajar di tempat ini ditiadakan dan diganti belajar di rumah.

Warga juga memilih bangunan ini karena lokasinya cukup strategis, berdekatan dengan sebuah masjid bernama Barokatul Hidayah dan permukiman penduduk, sehingga pemantauan terhadap warga yang dikarantina lebih gampang. "Setiap hari juga ada yang jaga dari warga sendiri," ujar Sarwono.

Gedung bercat putih ini memiliki tiga ruangan. Tiap ruangan bisa diisi maksimal empat orang dengan catatan masih memiliki hubungan keluarga. Di tempat ini juga telah disediakan fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) dan dapur. Namun, untuk kebutuhan pribadi seperti peralatan tidur dan asupan makanan disokong oleh keluarga orang yang dikarantina.

Sarwono mengatakan gedung PAUD ini baru difungsikan sebagai tempat karantina pada Senin (13/4/2020), dan telah ditempati seorang warga Temonan, yang diketahui baru mudik dari Tangerang, Jawa Barat. Sebelum mudik, warga tersebut sudah berkomunikasi dengan unsur RT, RW dan Dukuh setempat.

Pemudik tersebut kata Sarwono tidak menunjukkan gejala penyakit yang mengarah ke Covid-19, sehingga dimasukkan dalam kategori Orang Dalam Catatan (ODC). Kendati begitu, tetap wajib menjalani karantina. "Dan dia [pemudik] sudah membuat surat pernyataan yang isinya setuju melakukan karantina di gedung PAUD," ucap Sarwono.

Aktivitas Tak Terganggu

Atas persetujuan warga Temonan, keluarga dan pemudik yang dikarantina, awak media diperkenankan mempublikasi jati diri pemudik tersebut.

Namanya adalah Rochmat Rismawan. Sekitar empat bulan lalu, pria berusia 21 tahun ini diterima bekerja di salah satu perusahaan di wilayah Tangerang. Namun gara-gara pagebluk Corona, Rochmat sementara dirumahkan tanpa memperoleh upah. Karena tak punya penghasilan, ia kemudian memilih pulang kampung.

Rochmat pulang dengan menggunakan bus pada Minggu (12/4/2020) dan tiba di Kulonprogo pada Senin (13/4/2020) sekitar pukul 04.30 WIB. Sebelum menapakkan kaki di tanah kelahiran, Rochmat terlebih dulu mengabari keluarga dan Satgas Penanganan COVID-19 Dusun Temonan.

Satgas memberi dua opsi kepadanya, pulang dan karantina mandiri di rumah atau melakukan karantina di gedung PAUD. Rochmat lantas memilih opsi kedua yang kemudian dilanjutkan dengan membuat surat persetujuan karantina di Gedung PAUD. "Buat antisipasi biar tidak nulari keluarga," ujarnya.

Opsi kedua yang dipilih ini membuat Rochmat tak bisa menjejakkan kaki di rumahnya. Sebab sesampainya di Dusun Temonan, ia langsung diarahkan menuju gedung PAUD untuk menjalankan karantina selama 14 hari terhitung sejak kepulangannya di dusun Temonan. "Ini hari kedua saya menjalani karantina, adan Alhamdulillah berjalan lancar seperti di rumah sendiri," ucapnya.