Banyak Wisatawan Membandel, Jembatan Gantung Pengkol Disegel Pemdes

Spanduk larangan melintasi jembatan gantung Dusun Pengkol, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Bantul yang dipasang mulai Minggu (19/4/2020). - Istimewa/Dok. Sukarelawan Desa Sriharjo
19 April 2020 14:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Warga Desa Sriharjo dan Selopamioro, Kecamatan Imogiri sepakat menutup jembatan gantung Pengkol, Desa Sriharjo, mulai Minggu (19/4/2020). Jembatan penghubung Dusun Pengkol, Desa Sriharjo dan Dusun Lanteng, Desa Selopamioro di atas Sungai Oya itu ditutup guna memiminalkan mobilisasi penduduk dalam rangka memutus penyebaran virus Corona.

“Terkait dengan banyaknya pesepeda dan wisatawan yang masih berada di kawasan jembatan gantung Pengkol-Lanteng, maka untuk mereduksi potensi persebaran virus Corona akses jembatan gantung Pengkol-Lanteng ditutup permanen sampai batas Waktu yang belum ditentukan,” kata Kepala Desa Sriharjo, Titik Istiawatun Hasanah, Minggu.

Penutupan yang dilakukan sekitar pukul 10.30 WIB itu disaksikan oleh Pemerintah Desa Selopamioro, TNI-Polri, dan warga setempat. Kedua sisi jembatan dipasang portal kayu dan bambu, sehingga tidak bisa dilewati walaupun untuk pejalan kaki.

Titik mengatakan sebenarnya pada masa pandemi ini warga masih menoleransi bagi wisatawan atau pesepeda yang hanya melintas jembatan tersebut tanpa menyentuh pegangan jembatan serta benda-benda di sekitar jembatan. Tetapi rupanya imbauan itu tidak diindahkan, justru banyak pesepeda yang berkerumun di tengah jembatan sambil berswafoto.

“Kami sungguh minta maaf atas kekurang nyamanan ini. Semoga semua bisa memahami [dengan adanya penutupan jembatan Pengkol-Lanteng],” ujar Titik.

Sementara jembatan gantung Sungapan di atas sungai Opak, kata Tirik, tetap dibuka. Jembatan penghubung Dusun Sungapan, Sriharjo, Imogiri dengan Dusun Pranti, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong tetap dipasang imbauan agar tidak dijadikan ajang berkermun di tengah jembatan.

“Tolong pahami kami, jembatan gantung itu sempit. Ketika ada banyak pengunjung, jelas akan terjadi tidak hanya kerumunan tapi penumpukan, karena harus antre. Dan ini jelas sudah sangat beresiko bagi penyebaran Covid-19,” tandas Titik.

Koordinator Sukarelawan Desa Sriharjo, Sargiman mengatakan penutupan total jembatan gantung Pengkol itu merupakan puncak kekesalan warga karena jembatan itu masih dijadikan tempat berkerumun sambil berswafoto. Warga menyaksikan sendiri  ribuan pesepeda dari arah Jogja melintas jembatan dan berkerumun di tengah jembatan.

“Kalau ribuan orang kan sudah ga biasa mengatasi lagi dengan imbauan. Kemarin-kemarin kami masih berikan imbauan agar tidak berhenti di tengah jembatan, tapi ini kok tetap ngeyel. Akhirnya sepakat ditutup ” kata Sargiman.