Warga yang Dikarantina di Asrama Haji Yogyakarta Kini Berjumlah 18 Orang

Foto Ilustrasi. - Ist/Freepik
19 April 2020 12:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Selter orang dalam pantauan (ODP) maupun orang tanpa gejala (OTG) yang mudik ke wilayah Sleman di Asrama Haji Yogyakarta sampai saat ini sudah diisi oleh 18 orang.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan total jumlah penghuni Asrama Haji hingga saat ini sebanyak 18 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 10 orang berstatus ODP dan delapan orang berstatus OTG atau pelaku perjalanan dari area terdampak (PPAT).

Sebelumnya total warga yang pernah tinggal di Asrama Haji ada 24 orang sejak dibuka Kamis (9/4) lalu. "Namun demikian, sebanyak tujuh orang sudah dijemput oleh Satgas Covid-19 desa," katanya, Minggu (19/4/2020).

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Sekretariat Daerah Sleman ini merinci, sembilan ODP yang masih dikarantina sebagian menguhuni sejak awal. Di antaranya, MA, 29, laki-laki, warga Bengkulu, ODP hasil pemeriksaan RSUP Sardjito. "Sampai saat ini tidak ada keluhan yang dialami MA. Kondisinya baik," kata Evie, sapaan akrab Shavitri Nurmala Dewi.

Selain MA, ada juga HF, 53, laki-laki warga Pakem, ODP hasil pemeriksaan dari RS Panti Nugroho. Sama halnya dengan MA, kondisi HF juga baik tanpa keluhan. JN, 38, perempuan dan KS, 38, laki-laki keduanya berdomisili Pakem, ODP, kru kapal pesiar di AS. Selama tinggal di selter, kondisi keduanya baik dan tidak ada mengalami keluhan apapun.

Selain empat penghuni lama, lima orang penghuni baru juga berstatus ODP. Mereka seluruhnya pernah melakuan perjalanan dari luar negeri. Masing-masing NA, 30, perempuan, warga Sleman, berstatus ODP setelah tiba dari Singapura. NA baru tiga hari menghuni Asrama Haji sejak 16 April lalu.

Selain itu, RS, 35, laki-laki, warga Sleman yang berstatus ODP sejak tiba dari Dubai, Uni Emirat Arab; YS, 46, perempuan, warga Ngaglik, GS, 30, laki-laki; dan BCK, 32, laki-laki, warga Jogja, berstatus ODP sebagai kru kapal pesiar.

Semetara penghuni berstatus OTG/PPAT sebanyak delapan orang, yakni HS, 19, warga Ngemplak; AD, 19, warga Gamping; dan MNC, 19 warga Gamping, berstatus OTG setelah mengikuti kegiatan PKL di Bogor. Selain itu, PR, 25, warga Pakem, dan PN, 61, perempuan, warga Gamping. "PN bekerja sebagai asisten rumah tangga, riwayat perjalanan dari Cilacap [Jawa Tengah]," kata Evie.

Selain itu, ada juga STR, 49, warga Jetis, Jogja, ditolak warga karena sebelumnya bekerja di Bekasi, Jawa Barat; serta MR, 70, perempuan warga Sleman, berstatus ODP setelah dirawat di RSA UGM yang telah dinyatakan sembuh. Terakhir adalah DW, 29, perempuan, warga Godean.

"Hari ini [Minggu] kami dapat laporan ada satu tambahan penghuni lagi dari satu pemudik dari kota Tangerang, masuk ke Asrama Haji. Jadi totalnya ada 18 orang," kata Evie.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Sleman Makwan mengatakan pada Minggu, para penghuni Asrama Haji Yogyakarta diajak bersenam kesegaran jasmani, aerobic low impact dan senam maomere. "Kami juga aktif meminta penghuni asrama unit berjemur setiap pagi. Disenfeksi rutin dilakukan di seluruh Gedung Musdalifah, termasuk ruang pasien. Semoga semuanya sehat, baik penghuni dan petugasnya," kata Makwan.