Dewan Minta Pemda DIY Perbanyak Rapid Test dan Tak Bergantung ke Pusat

Bantuan RDT dan APD dari pusat mulai berdatangan dan diterima Pemda DIY di kantor BPBD DIY, Sabtu (28/3/2020) - Ist
20 April 2020 19:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Fraksi PDIP DPRD DIY menyarankan kepada Pemda DIY untuk melakukan pengadaan secara mandiri rapid diagnostic test (RDT) agar tidak menggantungkan bantuan dari Pemerintah Pusat. Melalui pembelian sendiri diharapkan bisa menyasar banyak kalangan dan tidak terbatas pada tenaga medis dan paramedis guna mendeteksi dini penyebaran Covid-19.

Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD DIY Yuni Satiya Rahayu menilai APBD DIY masih sangat memungkinkan untuk dipakai pengadaan rapid test, sehingga tidak selalu bergantung pada rapid test bantuan dari pusat. Pengadaan oleh daerah bisa dilakukan, jika pusat memberikan bantuan maka dapat digunakan untuk menyasar lebih banyak lagi. Meski pun RDT ini tidak sepenuhnya valid, tetapi bisa dipakai sebagai deteksi dini.

“Kalau secara anggaran mampu kenapa enggak [pengadaan pakai APBD DI], kenapa terlalu mengharapkan dari Pemerintah Pusat, anggaran kita ada, kecuali kalau enggak ada. Sebaiknya dianggarkan tersendiri untuk membeli [rapid test] itu,” katanya di DPRD DIY, Senin (20/4/2020).

Mantan Wakil Bupati Sleman ini mendukung jika Pemda DIY berinisiatif segera mengadakan RDT. Namun pihaknya tentu meminta konsep yang lebih jelasa terutama jumlah dan sasarannya, karena dengan keterbukaan data maka legislatif bisa melakukan pengawasan.

Pengadaan RDT ini, kata dia, menurutnya sangat penting di tengah suasana Jogja yang mulai ramai lagi sehingga harus segera ada tindakan cepat. Belum lagi kemungkinan DIY akan tetap kedatangan pemudik dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui RDT ini, sebaiknya semua pemudik dilakukan rapid test sebagai deteksi awal untuk memastikan kondisi mereka. Rapid test ini sebaiknya bisa diperluas sasarannya dengan tidak hanya untuk tenaga medis dan paramedis tetapi juga kelompok rentan terkait Covid-19 seperti pemudik.

“Saya pikir perlu, karena kita pasti akan kedatangan pemudik yang luar biasa jumlahnya, kenapa itu [pengetesan massal] tidak segera diadakan, bisa enggak mereka [pemudik] datang ke puskesmas, datang bisa dites cepat, puskesmas harus diberikan peran untuk membantu RS rujukan,” ujarnya

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyatakan, selama ini Pemda DIY memang masih menggunakan rapid test untuk tenaga medis dan beberapa orang yang dinilai penting untuk segera diketahui hasilnya positif atau negatif. Pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan lingkungan tenaga medis terkait perlunya dilakukan rapid test untuk masyarakat umum atau tidak. Namun sampai saat ini polanya belum berubah, artinya RDT ini masih diprioritaskan untuk tenaga medis dan paramedic.

“Tetapi untuk pengadaan rapid test kalau tidak ada bantuan dari pusat dalam rangka memperbanyak tes kami akan adakan. Dua duanya [pengajuan bantuan rapid test ke pusat dan pengadaan melalui APBD] kami lakukan. Tetapi kapasitas laboratorium PCR kita sudah cukup mumpuni dibandingkan dengan provinsi lain,” katanya.