Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Agus Fathurrohman menunjukkan masker bermotif batik geblek renteng di galeri batik SAB, Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Selasa (21/4/2020). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Pandemi COVID-19, menyebabkan kondisi perekonomian Agus Fathurrohman limbung. Usaha pembuatan batik yang ia beri nama Sinar Abadi Batik (SAB) mengalami penurunan omzet yang cukup tajam. Ia lantas memutar otak supaya SAB tidak bangkrut. Salah satunya dengan banting stir membikin masker kain.
Uniknya masker kain bikinan UMKM asal Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah itu menampilkan motif batik khas Kulonprogo, yaitu geblek renteng. Masker ini juga tergolong tebal dan tidak mudah tembus karena dilapisi tiga kain katun. Selain itu masker ini juga bisa dicuci sehingga dapat digunakan berulang kali.
"Kami menggunakan kain katun kualitas terbaik sehingga nyaman saat digunakan," ujar Agus, saat ditemui awak media di galeri batik SAB, Lendah, beberapa waktu lalu.
Agus menuturkan produk yang ia namai Masker Bela Beli itu baru sepekan ini diproduksi. Alasannya membikin masker ini karena demi bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi corona.
Dia menuturkan Sebelum pandemi corona, dalam sebulan SAB bisa memproduksi sekitar 1.000 lembar kain batik jenis cap dan tulis. Sementara harga yang dipatok untuk satu lembar kain berkisar Rp 150.000 sampai Rp1 juta. Dengan jumlah produksi dan harga segitu, omzet UMKM ini dapat mencapai minimal Rp15 juta per bulan.
Namun, kini SAB hanya bisa memproduksi 400 sampai 500 lembar kain batik, dengan omzet tak sampai Rp15 juta. Imbasnya ia terpaksa merumahkan sebagian karyawannya. Beberapa tenaga tetap diminta bekerja tapi menggunakan sistem shift, satu minggu masuk satu minggu libur.
"Dan supaya tetap ada penghasilan saya akhirnya pilih bikin masker , karena dalam kondisi sekarang kan masker sangat dicari masyarakat," ujar Agus.
Agus menerangkan untuk tahap awal produksi masker ini baru sekitar 1.000 pcs. Adapun harga satuan masker bagi masyarakat yang berminat membeli secara eceran hanya Rp6.000. Sedangkan untuk pembelian tiap satu lusin atau 12 pcs Rp60.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
-Pendampingan yang dilakukan Astra Honda Motor terhadap Desa Wisata Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul mulai menunjukkan dampak
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.
Catcrs menggandeng market maker dan broker institusional untuk memperkuat likuiditas dan stabilitas perdagangan aset digital.
Arema FC menang 3-1 atas PSIM Yogyakarta di laga terakhir BRI Super League 2026. Joel Vinicius cetak gol cepat menit ke-2.
Operasi gabungan di Bantul mengamankan 2.060 batang rokok ilegal tanpa pita cukai di Pleret dan Banguntapan.