Bantu Warga Terdampak Covid-19, Ini Dia yang Dilakukan PDAM Bantul

Direktur PDAM Tirta Mataram Bantul, Arinto Hendro Budiantoro (kanan) menyerahkan bantuan kepada pelanggan PDAM yang terdampak pandemi Covid-19 di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Bantul, Sabtu (25/4/2020). - Istimewa/PDAM Bantul
26 April 2020 13:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Projotamansari Bantul turut peduli bagi pelanggannya yang terkena dampa pandemi Covid-19. Selain membagikan sembako, perusahaan pelat merah itu penghapusan denda keterlambatan pembayaran dan pengurangan pembayaran sebesar 10-30%.

Direktur PDAM Tirta Projotamansari Bantul, Arinto Hendro Budiantoro mengatakan pembagian sembako sebanyak 200 paket berisi beras, minyak goreng, gula, dan mi instan sudah didistribusikan kepada pelanggan PDAM yang dinilai paling membutuhkan. “Penerima bantuan sembako kami pilih yang ekonominya kurang beruntung,” kata Arinto, Minggu (26/4/2020).

Dia mengakui pembagian sembako masih jauh dari memadai dan akan terus diupayakan dengan melihat kondisi pandemi lebih lanjut.  Arinto berharap bantuan sembako tersebut dapat sedikit meringankan untuk pelanggan PDAM di masa pandemi ini.

Arinto menambahkan sebagai perusahaan daerah yang melayani ketersediaan air bersih, perusahaanya juga berupaya meringankan beban bagi pelanggan dengan menghapuskan denda keterlambatan pembayaran rekening, meniadakan biaya buka segel, dan pengurangan pembayaran bagi pelanggan yang mengalami lonjakan pembayaran selama masa pandemi.

Keringanan itu tertuang dalam Surat Keputusan Direksi No.36/ 2020 tentang Pembebasan Denda Keterlambatan Pembayaran Rekening Air, Biaya Buka Segel, Pengurangan Pembayaran, dan Angsuran Pembayaran Rekening Air Pandemi Covid 19.

Soal pengurangan pembayaran bagi pelanggan yang pengunaannya meningkat, kata Arinto, besarannya sekitar 10-30% dari total tagihan yang harus dibayarkan. “Misalnya tagihan dalam sebulan biasanya Rp100.000 tapi Maret-April ini tagihan meningkat  lebih dari Rp100.000 artinya ada lonjakan penggunaan, itu yang bisa dikurangi,” kata dia.

Tetapi, kata dia, bagi pelanggan yang hendak mendapatkan pengurangan pembayaran, terlebih dulu harus mengajukan surat permohonan keringanan.

Arinto mengakui selama pandemi ada peningkatan penggunaan air bersih setelah pemerintah menerapkan imbauan agar masyarakat tetap di rumah termasuk penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Sayangnya dia belum bisa menghitung berapa peningkatannya karena masih dalam penghitungan. “Peningkatan penggunaan air ini mungkin karena banyak menggunakan air untuk cuci tangan dan bersih bersih karena WFH,” kata Arinto.