Stok Darah di Bantul Kini Tak Lagi Kritis

Ilustrasi donor darah. - Istimewa/Polda DIY
27 April 2020 21:37 WIB Hery Setiawan Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sejak kosong pada akhir Maret, stok darah di Bantul kini berangsur aman. Bahkan jumlahnya diklaim aman selama bulan Ramadan. Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul mengimbau masyarakat terutama pasien yang butuh darah agar menyediakan donor pengganti aktif.

Koordinator Pelestarian dan Pencairan Donor Darah Sukarela [P2D2S] PMI Bantul, Subandi mengatakan sejak Bantul menetapkan status tanggap darurat Covid-19, jumlah pendonor darah harian menurun drastis. PMI Bantul juga terpaksa membatalkan jadwal mobil donor keliling. Akibatnya, stok darah pun merosot dan bisa dikatakan saat itu kondisinya cukup darurat.

“Kami pun segera mencari bantuan agar kebutuhan darah di daerah bisa terpenuhi. menggelar dua kali donor darah massal di markas PMI,” ucap Subandi kepada Harianjogja.com, Senin (27/4/2020).

Sejumlah kegiatan donor darah lantas digelar PMI Bantul dengan mengajak beberapa pihak. Di antaranya adalah Kodim Bantul dan Polres Bantul, yakni pada 15-19 April lalu.

Hasil donor darah itu, kata Subandi, ternyata mampu menambal kebutuhan darah. Hingga Senin siang, stok darah Bantul lebih baik dari akhir Maret lalu. Untuk plasma darah (FFP) golongan A 18 kantong; golongan B 10 kantong, O 13 kantong, dan AB 12 kantong.

Untuk sel darah merah (PRC) golongan A 21 kantong; golongan B 10 kantong; golongan O 44 kantong; dan golongan AB 14 kantong. Sedangkan jumlah trombosit dari semua golongan darah sama seperti akhir Maret, masih kosong.

Subandi memprediksi saat Ramadan stok darah juga masih mencukupi, meski jumlah pendonor dipastikan turun karena puasa. Untuk memastikan stok tetap terjaga, dia menyarankan kepada masyarakat atau pasien yang butuh stok darah agar menyediakan donor pengganti. “Semua pasien yang membutuhkan (darah) wajib membawa donor pengganti,” katanya.